Industri Musik Global Optimis Bakal Tumbuh di 2014

(Business Lounge – World News) Para eksekutif dari industri musik global masih merasa optimis kalau pasar tersebut akan kembali mencatat pertumbuhan meskipun di tahun 2013 mengalami penurunan tahunan hampir 4 persen menjadi USD 15 miliar.

Penurunan ini mengikuti raihan di tahun 2012 yang menunjukkan industri musik sangat terpukul oleh download ilegal dan pembajakan musik.

Dalam laporan tahunan terbaru, federasi industri musik (IFPI) yang berbasis di London mengatakan sebagian dari penurunan pada tahun 2013 disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 16,7 persen di Jepang.

Menurut IFPI, pasar Jepang dianggap terlambat melakukan transisi dari produk fisik seperti CD menjadi teknologi baru seperti melalui toko online. Bila tidak termasuk Jepang, pendapatan global turun 0,1 persen.

“Ada banyak masalah di masa depan, tidak ada yang bisa membantahnya, tetapi industri musik sedang menuju era yang lebih digital dengan layanan lebih baik, pilihan konsumen yang lebih banyak, dan kepuasan konsumen yang lebih meningkat. Saya percaya bisnis ini akanbenar-benar berkembang,” ujar Edgar Berger, presiden dan CEO Internasional, Sony Music Entertainment.

Max Hole, ketua dan kepala eksekutif divisi internasional dari Universal Music Group, mengatakan jumlah penjualan sudah lebih baik mengingat terus meningkatnya masalah industri ini pada 10 tahun terakhir .

IFPI mengatakan bahwa salah satu tren menggembirakan dari industri musik adalah meningkat tajamnya pendapatan dari layanan musik digital berlangganan.

“Pasar musik digital terus melakukan perbaikan pendapatan dari layanan berlangganan, seperti melalui Spotify dan Deezer yang pendapatannya tumbuh sebesar 51,3 persen, hingga melewati USD 1 miliar untuk pertama kalinya,” kata IFPI.

IFPI juga mengatakan pasar Eropa telah mengalami pertumbuhan industri musik untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir karena terbantu oleh pendapatan yang stabil di Amerika Serikat dan naiknya penjualan di Amerika Latin.

“Pendapatan di sebagian besar pasar utama telah kembali mengalami pertumbuhan, layanan musik streaming dan layanan berlangganan terus berkembang. Sehingga konsumen memiliki pilihan yang lebih banyak dalam menikmati musik. Layanan musik digital terus berkembang, industri rekaman digital berlisensi semakin banyak, dan harus dimanfaatkan pasar negara berkembang,” kata CEO IFPI, Frances Moore.

Namun Moore mengatakan, aksi pembajakan tetap menjadi masalah serius dalam industri musik. Dari survei yang dilakukan IFPI, sebanyak satu dari empat pengguna internet memilih men-download musik bajakan daripada asli.

“Hal ini terjadi di tengah fakta bahwa 50 persen dari orang yang melanggar justru menggunakan layanan musik berbayar. Harus ada upaya lebih besar untuk menindak konten-konten ilegal itu” kata Moore.

Nemi/Journalist VM/VBN

Editor: Rimba Laut

Pic : imageafter