MH370 Belum Ditemukan, Petinggi Malaysia Dikritik

Pejabat Malaysia menghadapi sejumlah wartawan dalam sebuah jumpa pers di Kuala Lumpur, hari Minggu kemarin. (AFP/Getty Images)

(Business Lounge – World Today) – Sampai saat ini, perihal hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 belum juga menemukan titik temu, padahal pencarian tersebut sudah memasuki pekan kedua. Hanya sedikit petunjuk mengenai kemungkinan lokasi atau penyebab pesawat tersebut lenyap dari radar. Melihat kondisi yang minim informasi sampai saat ini, kini kritik internasional kelihatannya mulai tertuju pada petinggi Malaysia.

Berbagai mata yang mengarah pada Malaysia menjadi ujian tersendiri bagi Perdana Menteri (PM) Najib Razak serta jajaran kabinetnya. Serangkaian petunjuk yang salah mulai menimbulkan gesekan dengan beberapa negara yang terlibat pencarian, terutama Cina. Apalagi, sebanyak 150 warga Cina menjadi penumpang pesawat Boeing 777 itu.

Berbagai upaya mulai dilakukan, seperti penggeledahan rumah pilot pesawat MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah serta co-pilot Fariq Abdul Hamid yang dilakukan pada hari Sabtu lalu. Penggeledahan dilakukan tak lama sesudah PM Najib menggelar konferensi pers. Dalam konferensi pers, Najib menyatakan bahwa seseorang di dalam pesawat mengganggu system komunikasi serta mengubah rute penerbangan dengan sengaja.

Pada hari Minggu, para petugas mengaku bahwa mereka tak menemukan bukti bahwa kedua penerbang yang berada dalam hilangnya pesawat. Petugas juga melanjutkan penyelidikan atas penumpang dan awak lain, juga staf lapangan yang menangani penerbangan MH370.

Hujan kritik terhadap petinggi Malaysia kini telah mengejutkan sejumlah warga Malaysia. Menurut Faisal Umar, pengelola bisnis transportasi di Kuala Lumpur, dia mengatakan bahwa hal seperti itu belum pernah dia lihat di Malaysia.

Di Amerika Serikat (AS), beberapa anggota legislatif mengomentari minimnya informasi yang dibagikan penyelidik Malaysia. Tak hanya itu, Kuala Lumpur juga menolak keterlibatan satuan hukum internasional, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) serta Interpol.

“Minimnya informasi, pemahaman dan kenyataan bahwa kami berurusan dengan pemerintah Malaysia ikut membuat frustasi,” sahut Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Michael McCaul. Bagaimanapun, militer AS menegaskan kedua pemerintah terus bekerja sama dalam pencarian. William Marks, juru bicara Armada Ketujuh AS, menyatakan Washington dan Kuala Lumpur berusaha memetakan jalur penerbangan MH370.

“Ini adalah upaya kolaboratif,” sahutnya. “Ada pemerintah Malaysia, AS dan beberapa negara lain yang saling berbagi informasi militer serta satelit sipil. Keputusan penting dalam pencarian bersifat kolaboratif.”

“Media lokal tak pernah mengkritik tajam pemimpin kami,” papar Ibrahim Suffian, pengamat politik sekaligus direktur perusahaan survei berbasis Kuala Lumpur, Merdeka Center.

Fannie Sue/VM/BL-WSJ

Editor : Fanya Jodie

Foto :  WSJ