Dua Reaktor Nuklir Jepang Diaktifkan Kembali

(Business Lounge – World News) – Dua reaktor di wilayah barat daya Jepang telah dipilih badan pengawas nuklir Jepang, sebagai reaktor nuklir pertama yang akan kembali diaktifkan di negara itu. Hal ini akan beroperasi di bawah sebuah undang-undang baru dan bertujuan mencegah terulangnya bencana kebocoran reaktor nuklir Fukushima, 2011 lalu.

Bencana tersebut memicu kecemasan publik soal keamanan pemakaian tenaga nuklir. Sejak izin operasi sementara dua reaktor nuklir lainnya kadaluwarsa tahun lalu, Jepang sudah tidak lagi mengoperasikan reaktor nuklir.

Dalam rapat direksi mingguan, Kamis, Otoritas Regulasi Nuklir (NRA) memilih reaktor No.1 dan 2 milik Kyushu Electric Power Co di Sendai. Proses pemeriksaan di dua reaktor itu akan segera diselesaikan. Masalah keselamatan utama di kedua reaktor tersebut telah terpecahkan dalam delapan bulan terakhir.

NRA akan mulai menyusun laporan pemeriksaan terhadap dua reaktor itu, salah satu tahapan terakhir sebelum mendapat persetujuan regulator.

Waktu pengaktifan kembali reaktor akan diputuskan oleh pemerintah pusat dan lokal. Namun keputusan hanya dapat diambil setelah NRA menyatakan suatu reaktor nuklir telah memenuhi aturan keamanan yang baru.

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe bertekad mengaktifkan kembali reaktor nuklir Jepang, meski jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga menentang pemakaian tenaga nuklir. Niat Abe adalah mengurangi tarif listrik dan impor bahan bakar fosil, yang selama ini dipakai untuk menggantikan nuklir. Keduanya dipandang sebagai faktor yang memperlemah ekonomi Jepang.

Abe berjanji mempertahankan tenaga nuklir dalam kampanyenya 2012 lalu. Meski demikian, ia belakangan ini melunak. Awal minggu ini di parlemen, Abe mengatakan mendukung pengurangan ketergantungan tenaga nuklir “sebanyak mungkin.”

Sebelum bencana Fukushima, tenaga nuklir menyumbang sekitar 30% produksi listrik Jepang. Pemerintah berencana menaikkan pemakaian nuklir sampai 50%, tetapi rencana itu kini ditinggalkan.

Terdapat wacana untuk meningkatkan pemakaian listrik dari sumber energi yang dapat diperbarui. Meski demikian, para ahli sepakat Jepang masih membutuhkan beberapa tahun untuk memaksimalkan pemakaian sumber energi yang dapat diperbarui dalam total produksi listrik. Saat ini, sumber energi yang dapat diperbarui, seperti tenaga surya dan angin, hanya menyumbang 2%-3% dari total listrik Jepang, belum termasuk listrik dari tenaga air konvensional.

Arum/Journalist/VM/BL-wsj
Editor: Iin Caratri
Foto: taghyr.files