Perang Harga Operator Selular di Amerika

(Business Lounge – Business Today)  Operator selular di AS kembali berencana untuk mengubah harga layanan mereka lagi, hal ini seakan memperpanjang periode volatilitas yang tidak biasa karena dipicu oleh dorongan agresif penurunan biaya pelanggan dari T-Mobile US.

Salah satu operator, yaitu AT&T sudah melakukan pemotongan harga pada layanan nirkabel untuk kedua kalinya tahun ini. Perusahaan menyebutkan sudah menurunkan biaya bulanan layanan panggilan terbatas, teks dan penggunaan internet hingga dua gigabyte seharga USD 15. AT&T juga berencana untuk menurunkan biaya layanan telepon sebesar 19 persen.

T-Mobile sendiri melakukan meningkatkan harga dari layanan data tak terbatasnya. Langkah ini dilakukan setelah T-Mobile berhasil mencatat peningkatan besar pendapatan dan laba di tahun ini, meski masih mengalami margin yang jauh dan kenaikan kerugian pada kuartal keempat.

T-Mobile dikatakan sudah menghabiskan waktu untuk mengalahkan Verizon Wireless dan AT&T. Sejauh ini, kedua perusahaan sudah merespon kesuksesan T-Mobile dengan bergerak menurunkan harga pada beberapa layanannya.

AT&T tercatat sudah menawarkan harga layanan internet dua gigabyte sebesar USD 40 dari USD 55 per bulan. Sementara Verizon masih menjual layanan internet dua gigabyte seharga USD 80.

T-Mobile berencana menjual layanan data internet hingga tiga gigabyte seharga USD 60 per bulan. Harga itu kabarnya sudah termasuk panggilan suara dalam waktu terbatas dan texting. Selain itu, operator lain, Sprint juga akan melanjutkan hal yang sama.

Langkah untuk memberikan layanan murah dianggap salah satu cara yang tidak biasa bagi operator telekomunikasi terbesar keempat di AS itu, setelah mengalami penurunan laba dalam jumlah besar.

AT&T dan Verizon tercatat sudah menyiapkan rencana berjenjang untuk pelanggan baru tahun lalu, hal ini ditujukan untuk meningkatkan penggunaan Internet nirkabel. Namun rencana itu tidak berjalan baik karena dianggap tidak ekonomis karena tingginya biaya yang diperlukan untuk membangun lalu lintas data.

Berbeda dengan keduanya, T-Mobile terus menambahkan lebih banyak pilihan data berkecepatan tinggi yang lebih murah atau tetap. Perusahaan ini menambahkan tingkat data internet baru hingga lima gigabyte, meski dengan harga yang lebih mahal.

Chief Marketing Officer T -Mobile, Mike Sievert mengatakan, telah berhati-hati untuk tidak melakukan perang harga yang dapat menghancurkan pengembangan teknologi jaringan cepat LTE.

Regulator komunikasi AS sendiri telah memuji T-Mobile karena dapat membuat pasar AS lebih kompetitif. Namun mereka mempertanyakan sampai  kapan T-Mobile bisa bertahan menjaga tekanan pengeluarannya.

Joel/Journalist/VM/BL-bbc

Editor : Jul Allens