Proyeksi Bisnis LinkedIn 2014 Mengecewakan Pasar

(Business Lounge – Business Today)  LinkedIn merupakan web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, dan terutama digunakan untuk jaringan professional. Sampai September 2007 situs ini memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya, bahkan ada yang mengatakan bahwa LinkedIn hampir setara banyaknya dengan pengguna Google. LinkedIn pertama kali menyatakan IPO (Initial Public Offering) pada tahun 2011, semenjak itu sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE).

Perusahaan ini melaporkan penjualan kuartal keempat  $ 447.000.000 , yang naik hanya 13,8 % dibandingkan kuartal sebelumnya. Kemudian LinkedIn juga memproyeksikan  pendapatan kuartal pertama tahun ini hingga $ 460M (£ 282m), dan ini masih di bawah proyeksi analis sebesar $ 469m.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan saham LinkedIn mengalami penurunan hingga 15% menjadi US $191,13 pada akhir perdagangan dinihari tadi di bursa saham di New York setelah naik 4.2% menjadi US $ 223,45. Saham perusahaan ini semakin turun apalagi sebelumnya sudah turun ketika melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat yang kurang mengesankan investor.

Manajemen dari perusahaan yang berbasis di Mountain View, California ini menyampaikan bahwa pertumbuhan penjualan mereka di kuartal-I ini berada dibawah perkiraan analis pasar dikarenakan pendapatan penjualannya yang mengalami penurunan di 3 sektor bisnisnya.

Namun demikan manajemen LinkedIn tetap optimis akan pertumbuhan bisnisnya mengingat masih banyak peminat yang mengunjungi websitenya dari berbagai negara meskipun saat ini pejualannya sedang lesu. Berdasarkan survey oleh Alexa Traffic Ranks, sebuah website bersertifikasi untuk menganalisis traffic dari sebuah situs oleh real user, menghasilkan data bahwa traffic situs LinkedIn masih berada diurutan 12 di dunia yang sering dikunjungi oleh pengguna internet, sedangkan di AS sendiri LinkedIn berada di posisi ke-7.

Demikian juga seperti yang dituliskan salah satu media Bloomberg, dimana LinkedIn akan terus tumbuh, laju pertumbuhan penjualan yang melambat saat ini dikarenakan sedang adanya scaling up bisnis dimana perusahaan masih mencari bisnis model yang baru yang bisa mengangkat bisnis secara keseluruhannya.

(sr/IC/bl)

pic:www.bu.edu