The Wise Men’s Guide to Revenge

  • The Wise Men’s Guide to Revenge

How your state of mind can turn your life 180°

Rasanya semua orang pernah mengalami sesuatu yang menyedihkan, misalnya kelaparan dan tidak punya uang untuk membeli makanan, sakit hati karena ditipu orang atau kolega, diperlakukan tidak adil oleh orang lain atau bahkan orang tua, dan berbagai jenis kepedihan lainnya.

Mengapa keadaan ini terjadi bukanlah sesuatu yang menarik untuk dikaji karena sudah terlanjur terjadi. Yang lebih menyenangkan untuk dipelajari dan diteladani adalah bagaimana seseorang menyikapi kondisi yang terjadi, apakah memilih bersikap negatif atau positif.

Kali ini kita tidak membahas dendam dalam sebuah keluarga atau seseorang yang ditolak cintanya. Tapi dalam kehidupan sehari-hari dalam kemitraan berbisnis hal-hal yang memicu sakit hati bisa terjadi, tergantung bagaimana seseorang menghadapinya.

Kisah pilu pengusaha tahu

Saya pernah membaca pemberitaan di sebuah media yang mengabarkan seorang pengusaha tahu di kota Pekalongan Jawa Tengah dan keponakannya ditemukan telah menjadi mayat karena dibunuh oleh pengusaha tahu pesaingnya. Kejadian berawal karena pengusaha ini semakin hari semakin sukses dalam mengelolan usahanya, sementara si pesaing terancam bangkrut usahanya sebagai pengrajin tahu karena pelanggan bayak beralih ke pesaingnya yang makin sukses. Karena gelap mata dimakan dendam dan iri hati melihat pesaingnya yang sukses, mengajak seorang rekan melakukan pembunuhan terencana. Sangat tragis, dari seorang yang sederhana karena dendam tiba-tiba menjadi pembunuh berdarah dingin. Lalu hasil apakah yang dituai? Mereka berdua mendekam di penjara, rumahnya serta rumah orang tuanya dibakar massa yang merasa sangat kecewa atas perlakuan mereka terhadap pengusaha sukses yang mereka bunuh yang pada masa hidupnya dikenal baik dan suka berderma.

Pilu ya? Dendam ternyata tidak hanya terjadi pada hubungan pribadi saja tapi bisa terjadi pada hubungan bisnis yang seharusnya lebih bersifat profesional.

Sekarang coba simak kisah nyata berikut ini dimana kondisi yang sulit, dimana seseorang sudah ada dalam kondisi kalah atau terpuruk, dengan tekat besar melawan keadaan yang menyudutkannya. Apa akibatnya?

Hinaan ….. cambuk keberhasilan

Kisah nyata ini dialami oleh seorang pria bernama Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang pada masa kecilnya mengalami kepahitan saking miskinnya. Waktu itu ia berada di sebuah area pertambangan minyak di Arab Saudi dalam kondisi kehausan. Pada saat dia hendak meneguk air minum dingin tiba-tiba seorang insinyur pria warga negara Amerika menghardik dia dan mengatakan “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur”.

Kalau mau sakit hati dan menjadi dendam sebenarnya bisa saja, tapi remaja ini memutuskan sesuatu yang sangat penting yang mengubah hidupnya. Kondisi yang sangat tidak mengenakkan sebagai orang miskin menjadi dorongan positif bagi dia untuk maju. Ali belajar mati-matian di sekolah, hasilnya dia lulus sekolah dengan nilai memuaskan lalu Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Setelah kembali ke negaranya ia bekerja di kantor pertambangan minyak dimana dia pernah dihardik hanya karena minum air konsumsi insinyur. Karirnya melejit dan dalam waktu singkat dia menjadi wakil direktur dan menjadi atasan dari si insinyur Amerika yang dulu melecehkannya. Apa yang terjadi ketika si insinyur Amerika menyadari siapa pria ini, dia minta maaf untuk kejadian beberapa tahun lalu dimana dia sempat menghina Ali. Apa yang terjadi, Ali bukannya mendendam tapi malah menyampaikan rasa terimakasihnya sebab gara-gara kelakuan si insinyur ini maka dia memiliki “dendam positif” yang akhirnya mendorong dia jadi berhasil seperti saat ini. Anda ingin tahu siapa si Ali ini? Beliau adalah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.

Kisah sukses dari negeri tetangga kita juga luar biasa, yaitu apa yang dialami oleh motivator dan trainer ternama Adam Khoo. Adam kecil dikenal sebagai anak yang bodoh dan bersekolah di SD terburuk di Singapore, ketika lulus SD dia hampir tidak dapat melanjutkan sekolah karena 6 sekolah SMP yang dia masuki menolak. Akhirnya Adam diterima di SMP terburuk di Singapore dan disinipun dia menduduki peringkat terburuk. Orang-orang, teman sekolah bahkan guru banyak yang merendahkan dia, bahkan ketika dia mulai serius belajar dan mentargetkan diri untuk lulus dengan nilai terbaik semua melecehkannya. Tapi apa yang terjadi? Bukannya dendam atau putus asa tapi tertawaan dan cemoohan guru dan teman-temannya ia jadikan sebagai sumber semangat. Ia pikir, bila ia tidak bisa membuktikan kata-katanya, ia akan lebih ditertawakan lagi.

Akhirnya kerja keras dan tekad baja Adam membuahkan hasil. Ia lulus dari SMP itu dengan nilai A semua. Ia berhasil masuk ke Victoria Junior College. Di SMU terbaik ini pun, Adam lulus dengan nilai A semua dan sebagai lulusan terbaik. Kemudian ia masuk ke National University of Singapore (NUS). Universitas terbaik di Singapura dan ikut program bagi mahasiswa Top One Person. Mahasiswa dengan prestasi akademis yang sempurna dan Adam lulus sebagai lulusan terbaik.

Dari negeri kita sendiri salah satunya apa yang dialami Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto pada saat memimpin Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh. Pada 2007, saat hendak memberikan sertifikat kepemilikan rumah yang ke-100 ribu kepada seorang anak bernama Nasir, tiba-tibadari belakang ada seorang pemuda rambut gondrong dengan lantang berkata bahwa Kuntoro melakukan kebohongan publik. Tidak benar bahwa itu rumah yang ke-100 ribu, paling banyak BRR baru membangun 65 ribu unit rumah. Kuntoro marah, kesal dan malu ketika esok hari peristiwa tersebut muncul di surat kabar. Dia berpikir keras bagaimana caranya membuktikan kepada publik bahwa apa yang telah dilakukan BRR valid. Akhirnya ia menciptakan teknologi database yang akurat berbasis GPS dan peta yang dapat diakses dari seluruh dunia. Setiap rumah yang dibangun dimasukkan dalam database serta koordinatnya, kapan dibangun, siapa pemilik lengkap dengan foto. Dan terobosan tersebut menuai simpati bahkan sampai ke luar negeri karena transparan dan dapat diakses dengan detil. Kuntoro akhirnya sadar, kemarahannya kepada pemuda tersebut telah melahirkan inovasi dan seharusnya ia berterima kasih kepada pemuda tadi.

Salurkan dorongan kekecewaan menjadi kreatifitas menuju keberhasilan

Tentu banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita pelajari akibat dari ketidak nyamanan atau penderitaan yang dialami seseorang ketika diresponse menjadi dendam kesumat dan ketika diresponse dengan positif melahirkan kreatifitas menuju keberhasilan. Memang semua tergantung pilihan kita dalam bertindak, apakah akan memilih makin terpuruk atau sebaliknya jadi pemicu keberhasilan.

Saya ingat salah satu motivator yang cukup terkenal Mario Teguh pernah mengatakan : Cara terbaik untuk membalas dendam terhadap orang yang menghina Anda, adalah menjadi lebih berhasil daripadanya. Benar juga. Tinggalkan dendam dan jadilah kreatif, raihlah masa depan sebesar, seindah, sesukses apa yang anda mau.

Hidup tidak untuk disesali sekalipun kadang berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, orang pandai mengunakan “setiap” kesempatan menjadi sebuah peluang yang mahal karena itu kita harus dapat berpikir 180°

Diambil dari www.vibizconsulting.com

(Emy Trimahanani/FJ/BL)