Amerika Serikat Alami Perubahan Suhu Drastis

(Business Lounge – World News) – Amerika Serikat tengah disapu gelombang dingin yang di beberapa daerah menciptakan suhu lebih rendah ketimbang di Kutub Selatan. Senin (06/01/13), Montana mencatat temperatur minus 53 derajat Celcius. Saat yang bersamaan di Kutub Selatan suhu udara bertengger di kisaran 39 derajat. Di Minneapolis, negara bagian Minnesota, badan meteorologi lokal mencatat temperatur minus 41 derajat. Kondisi cuaca diyakini akan terus memburuk.

Gelombang dingin yang menyapu dari Kanada tersebut melumpuhkan sepertiga wilayah Amerika Serikat. Belasan orang tewas, sementara ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan atau mengalami keterlambatan.

Suhu udara di beberapa tempat akan anjlok ke level terendah sejak dua abad, klaim Badan Meteorologi AS. Di New York temperatur merosot tajam dalam 24 jam, dari 12 derajat Celcius menjadi minus 14 derajat. Situasi serupa terjadi di New England, di mana pemerintah menyerukan penduduk bersiap menghadapi udara dingin dan angin beku.

Secara keseluruhan lebih dari 140 juta warga AS terkena dampak gelombang dingin yang menyapu lebih dari sepertiga wilayah negara. Di Atlanta, di selatan negara bagian Georgia, suhu udara pada Senin (06/01/13) pagi tercatat lebih dingin ketimbang di Moskow. Pakar memperkirakan, gelombang dingin akan bertahan hingga pertengahan minggu.

Sebab itu pemerintah di sejumlah negara bagian memperingatkan, “ancaman” dingin yang bisa membahayakan nyawa. Penduduk diserukan agar menimbun bahan makanan dan cuma meninggalkan rumah dalam situasi darurat. Suhu ekstrem memaksa penduduk menutupi sekujur tubuh agar terhindar dari ancaman beku

Selain itu tumpukan salju melumpuhkan negara bagian di barat dan timur laut Amerika Serikat. Hari Senin (06/01/13) tercatat 4300 penerbangan dibatalkan, sementara 6300 penerbangan lain mengalami keterlambatan, tulis situs flightaware.com. Sekolah dan instansi publik terpaksa ditutup.

Sementara itu, gelombang dingin juga menggangu aktivitas penerbangan antariksa AS. NASA melaporkan, peluncuran roket logistik, “Cygnus” ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa diundur satu hari lantaran kondisi cuaca. Roket itu dijadwalkan terbang dari Stasiun Antariksa, Wallops Flight Facility, di negara bagian Virginia.

Siklon Artik ditengarai sebagai biang keladi badai musim dingin yang tengah menyelimuti Amerika Serikat. Udara dingin diyakini akan menyebar ke timur dalam beberapa hari kedepan. Angin membeku bahkan sampai dirasakan di negara bagian Texas, perbatasan Mexiko hingga Florida yang sejatinya beriklim tropis.

(ic/ic/bl-berbagai sumber)

Foto: Antara