Jepang Rencanakan Kunjungan ke Cina Pekan Depan

(Business Lounge – Business Today) Kunjungan eksekutif perusahaan top Jepang ke Cina ini akan menjadi lawatan bisnis terbesar antara kedua negara, sesudah sengketa teritorial lebih dari setahun lalu. Sebanyak 178 eksekutif perusahaan top Jepang sedang siapkan misi bisnis ke Cina pekan depan. Kunjungan tujuh hari ini diharapkan dapat menemui petinggi Cina, termasuk Presiden Xi Jinping. Langkah ini mengisyaratkan pemulihan beberapa sektor hubungan bilateral—khususnya bisnis dan pertukaran sumber daya manusia—meski ketegangan politik antara Beijing-Tokyo masih berlanjut.

Mulai terjadinya pemulihan hubungan antar kedua negara juga tampak dalam peningkatan kerja sama perdagangan serta pariwisata dalam beberapa bulan terakhir ini. Selain itu, Jepang dan Cina juga menggelar serangkaian diskusi pada level pemerintah dan pelaku bisnis swasta.

Absennya pertemuan antara pemerintah Cina dan Jepang selama ini mencemaskan pengamat politik dan petinggi perusahaan, baik dari keduanya maupun negara lain. Sejak menjabat Perdana Menteri pada akhir Desember 2012, Shinzo Abe bertemu pemimpin nyaris 120 negara. Namun, ia belum pernah sekali pun bertemu pemimpin Cina, mitra perdagangan terbesar Negeri Sakura.

Misi bisnis pekan depan diprakarsai Asosiasi Ekonomi Jepang-Cina. Rombongan akan dipimpin Fujio Cho, komisaris kehormatan Toyota Motor Corp, serta Hiromasa Yonekura, kepala Keindanren atau Federasi Bisnis Jepang. Perusahaan kelas kakap seperti Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp, Mitsubishi UFJ Financial Group, dan ANA Holdings Inc ikut berpartisipasi dalam misi.

Jumlah 178 eksekutif akan menjadi misi terbesar asosiasi tersebut ke Cina, sejak rekor 182 peserta pada 2011.

“Kami ingin mendengar pandangan mereka (Cina) serta bertukar pikiran, sehingga dapat memperkuat hubungan antara Jepang dan Cina,” kata Cho dari Toyota dalam wawancara dengan Jiji Press pekan lalu. Hubungan ekonomi antara kedua negara, imbuhnya, “menunjukkan pemulihan yang stabil.”

Dalam pidato pekan ini, Shotaro Yachi, penasihat kebijakan luar negeri Abe, mengaku optimis hubungan kedua negara bakal berkembang. Sebelumnya pada Oktober, Xi mengumumkan Cina akan mengupayakan “lingkungan bertetangga yang aman” dan akhirnya “maju bersama.”

(ic/ic/bl-wsj)