Korban Topan Haiyan Terus Bertambah

(Business Lounge – World News) – Data resmi pemerintah menunjuk korban tewas mencapai lebih dari 1000 orang. Namun, taksiran mengenai jumlah korban meninggal hingga lebih dari 10 ribu jiwa juga menjadi masuk akal. Ratusan ribu penduduk dikhawatirkan kehilangan tempat tinggal.

Akses menjadi masalah mendesak. Para petugas penyelamat melaporkan sulitnya mencapai wilayah perkotaan seperti Tacloban, ibukota provinsi Leyte di kawasan pusat Visayas yang mengalami dampak terparah bencana. Sebagian besar bangunan bandar udara bahkan sepertinya tergerus gelombang laut raksasa yang serupa tsunami. Jalanan dipenuhi puing-puing bangunan dan lumpur. Para petugas kemanusiaan berlomba memasuki wilayah yang lebih terpencil. Di lokasi semacam itu, para korban selamat dikhawatirkan telah mulai kehabisan makanan dan air bersih. Ujungnya, mereka akan mudah terserang penyakit.

Topan Haiyan telah menghantam Filipina pada Jumat pekan lalu. Namun tingkat kerusakan baru mulai menjadi perhatian sekarang ini. Kekuatan bencana tersebut sangat dahsyat—tidak saja dipandang dari jumlah korban tewas, tapi juga dari angka kehancuran jalan dan bangunan—sehingga butuh waktu berminggu-minggu untuk mengetahui seberapa besar kerugian yang diakibatkan hingga jumlah nyawa yang terenggut.

Akses menjadi masalah mendesak. Para petugas penyelamat melaporkan sulitnya mencapai wilayah perkotaan seperti Tacloban, ibukota provinsi Leyte di kawasan pusat Visayas yang mengalami dampak terparah bencana. Sebagian besar bangunan bandar udara bahkan sepertinya tergerus gelombang laut raksasa yang serupa tsunami. Jalanan dipenuhi puing-puing bangunan dan lumpur. Para petugas kemanusiaan berlomba memasuki wilayah yang lebih terpencil. Di lokasi semacam itu, para korban selamat dikhawatirkan telah mulai kehabisan makanan dan air bersih. Ujungnya, mereka akan mudah terserang penyakit.

Tugas penting lainnya adalah menjaga ketertiban di tengah maraknya upaya penjarahan oleh korban selamat maupun sejumlah oknum yang curi-curi kesempatan. Presiden Filipina, Benigno Aquino III telah mengerahkan tambahan pasukan kepolisian dan militer guna mewujudkan ketertiban umum.

Besarnya reaksi dari warga Filipina yang tinggal dan bekerja di luar negeri—seringkali bahkan sebelum mereka mendengar kabar tentang keluarga di wilayah yang terkena bencana—menunjukkan ikatan kemasyarakatan yang kuat di negara yang memiliki 7.100 pulau dan berpenduduk 97 juta orang.

Setelah upaya kemanusiaan berjalan, pertanyaan lain muncul. Salah satunya menyangkut tanggap bencana. Pemerintah umumnya berhasil memberi peringatan kepada masyarakat di saat yang tepat. Ratusan ribu orang berhasil diungsikan dari tempat tinggalnya. Namun, banyak laporan media yang mengisyaratkan bahwa terlalu banyak tempat penampungan seperti sekolah dan balai rakyat yang memiliki konstruksi lemah dan tak mampu mengatasi kekuatan badai. Ratusan orang mungkin telah meregang nyawa di tempat yang mereka pikir aman.

Haiyan adalah topan yang luar biasa kuat. Sejumlah pihak menaksir Haiyan menjadi badai tropis terkuat yang pernah mencapai daratan sepanjang sejarah. Peristiwa semacam itu bahkan masih menjadi ancaman meski rencana terbaik telah disiapkan. Sungguh tidak masuk akal jika prosedur yang diambil berjalan sempurna. Rakyat Filipina, yang hidup dalam iklim demokrasi dengan media yang bebas dan bersemangat, dapat mengharapkan audit publik penuh atas kesiapan pemerintahnya menghadapi bencana. Mereka pun dapat menjatuhkan penilaian terhadap para pejabat yang dianggap kurang cakap.

Saat ini Filipina  membutuhkan lebih banyak upaya internasional yang dikoordinasikan dengan baik guna menyelamatkan warga yang nyawanya masih terancam.

(ic/ic/ bl-wsj)

Foto : Antara