Chairman Google : Penyadapan Oleh NSA Keterlaluan

(Business Lounge – World News) -Kasus penyadapan yang dilakukan pihak National Security Agency (NSA) terhadap sejumlah perusahaan, warga negara, dan pemerintah-pemerintah negara sahabat Amerika Serikat termasuk Indonesia memang sedang menjadi perbincangan hangat belakangan ini.

Kasus yang dianggap telah memperpanas suhu politik global ini juga menarik perhatian Chairman Google, Eric Schmidt. Maklum saja, dari rumor yang berhembus, NSA rupanya juga ikut menyadap pusat server data milik raksasa pencarian ini.

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Schmidt mengatakan apapun alasan NSA untuk memata-matai pusat data Google adalah sesuatu yang sangat keterlaluan.

“Mereka telah mengumpulkan catatan telepon milik 320 juta orang di AS demi mengetahui semua gerak-gerik mereka, ini adalah kebijakan publik yang buruk dan ilegal. Kegiatan organisasi itu (NSA) dilakukan tanpa pertimbangan yang baik dan hanya untuk mengejar misi yang berpotensi melanggar privasi orang. Ini sangat tidak bagus,” ujar Schmidt

Komentar yang dilontarkan Eric Schmidt ini merupakan satu dari sekian banyak kritik publik terhadap NSA. Untuk informasi, kabar mengenai penyadapan yang dilakukan NSA ini dibocorkan oleh mantan pegawai NSA yaitu Edward Snowden.

Baru-baru ini Snowden juga membocorkan laporan terbaru yang mengklaim NSA dan mitra organisasi yang berasal dari Inggris telah mencegat informasi yang dikirim dari dan menuju pusat data global yang dimiliki oleh Google dan Yahoo.

Jika laporan itu benar, maka kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin dan pengetahuan perusahaan.

“Selama ini memang ada banyak kasus kejahatan, tetapi Anda tidak harus melanggar privasi setiap warga Amerika untuk menemukan pelaku kejahatan itu,” kata Schmidt .

Schmidt menyatakan Google saat ini telah mengajukan keluhan resmi dengan kepada NSA, Presiden Barack Obama, dan anggota Kongres AS untuk meminta klarifikasi kabar tersebut.

NSA sendiri terus membela tindakannya tersebut dengan mengklaim bahwa semua kegiatan penyadapan tersebut dilakukan sesuai dengan hukum, metode, peraturan, dan kebijakan yang berlaku.

“Semua yang kami lakukan adalah untuk melindungi privasi dan keamanan warga AS,” tandas NSA.

(ra/IC/bl-vbn)

Foto : slate.com