Perjanjian Bisnis Indonesia China Disambut Baik

(Business Lounge – Business Today) Perjanjian bisnis yang terjalin hari Kamis antara Indonesia dan Cina  ini sangat disambut gembira karena akan meningkatkan ekonomi kedua negara.   Penandatanganan  21 perjanjian bisnis antara perusahaan kedua negara ini dilakukan di acara santap siang bisnis yang dihadiri oleh Presiden Yudhoyono dan Presiden Xi Jinping beserta jajaran menteri kedua negara dan para pebisnis.  Sekitar 200 delegasi dari China dan 600 delegasi Indonesia menghadiri acara tersebut.

Penandatanganan ini merupakan salah satu rangkaian dari kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Indonesia. Hubungan ekonomi Indonesia dan China terus semakin meningkat. Kedua negara merupakan anggota kelompok G-20 (20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia).

China merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua dengan jumlah penduduk sebanyak 1,35 miliar jiwa dan GDP sebesar 8,2 triliun dolar AS pada 2012, sedangkan Indonesia memiliki jumlah penduduk 237 juta jiwa dengan tigkat GDP 946,4 miliar dolar AS.

Sementara ekspor Indonesia ke China pada periode Januari-Juni 2013 mencapai 10,09 miliar atau 13,5 persen dari total ekspor, sedangkan impor Indonesia ke negara tirai bambu tersebut sebesar 14,42 miliar dolar AS.

Sehari sebelumnya,  kedua kepala negara tersebut terlibat pembicaraan bilateral dan menyaksikan penadatanganan enam kerja sama. Keenam kerja sama  tersebut di bidang ekonomi dan perdagangan, kawasan industri terpadu Indonesia-China, maritim dan perikanan, pariwisata, meteorologi dan klimatologi serta kerja sama eksplorasi dan ruang angkasa untuk maksud damai.

Presiden menambahkan,  pemerintah Indonesia terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi para investor dan mitra dagang, termasuk dari China. Berbagai kendala yang selama ini kerap muncul, seperti prosedur administrasi dan perijinan, peraturan investasi, dan kurangnya informasi terus kita perbaiki. Dia sampaikan bahwa  Indonesia terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di Indonesia . Penandatanganan bisnis ini akan semakin mempererat hubungan ekonomi kedua negara.

(Iin Caratri/IC/BL-Ant)