Persistence, Kunci Keberhasilan Seorang Sales Person

(Business Lounge – Sales & Marketing) – Banyak orang gagal karena akhirnya keluar atau menyerah sebelum mencapai hasil yang diinginkan tercapai, padahal tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa ketekunan atau persistence.

Robert Nelson mengulas tulisan Og Mandino tentang bagaimana cara kita mempertajam persistence:

1. Tajamnya penolakan
Jangan merasa gagal bila seseorang menolak penawaran kita, pikirkan cara yang lain untuk menawarkannya atau cari orang lain yang bisa ditawari proposal kita.

2. Ujian keberanian
Keberanian adalah benar-benar keberanian bila kita tahu ada bahaya atau resiko untuk mencapai tujuan kita namun kita tetap maju untuk mencapainya. Melewati ujian itu membawa kita ke tingkat yang selanjutnya. Jadi hadapi semua tantangan ! bukan menghindar.

3. Kita mau seperti singa? Atau seperti kambing?
Seorang yang persistence tidak punya mental seperti kambing yang biasanya akan menunggu gembalanya baru dia bertindak. Milikilah mental seperti seekor Singa, yang berani dan sanggup mencukupi dirinya sendiri.

4. Kegagalan itu ’event’ atau hanya ’opini’ atau pengakuan saja?
Thomas Edison seorang penemu bola pijar, tidak mengakui ribuan kali percobaannya yang gagal sebagai kegagalan. Ia berkata ” Disetiap percobaan saya yang belum berhasil ada satu langkah maju ke depan.”
Banyak penjualan gagal disebabkan karena prospek yang ada lebih siap untuk memberikan ’objection’ dibandingkan sales person menyiapkan diri kembali menawarkan produknya karena sudah merasa gagal.

5. Tunggu hasilnya!
Seperti anak-anak, sering kita ingin hasil yang instant dari apa yang kita kerjakan, bila tidak terlihat hasilnya anak-anak akan merengek , kesal lalu tidak mau lagi melakukan atau mengerjakannya.
Kadang usaha kita tidak langsung menghasilkan, kita perlu menunggunya, seperti jarum jam, jam detik akan terlihat sangat cepat berputar seumpama segala usaha kita yang begitu banyak. Jam untuk menit akan terlalu lambat bergerak, bahkan kelihatannya tidak bergerak, tapi sesungguhnya bergerak, itulah hasil yang kita harapkan.

6. Kata-kata orang bodoh
Kata-kata yang kita keluarkan mempunyai dampak pada orang yang mendengar dan pikiran kita sendiri. Hindari kata-kata yang bodoh seperti : saya menyerah, aku tidak dapat, saya tidak sanggup, itu tidak mungkin, saya gagal, itu tidak bekerja, saya mundur, saya hopeless.

7. Bekerja keras melewati kesuraman.
Betapapun keras kita mencoba seringkali kita harus melewati lembah kesuraman, yang penting kita lakukan adalah terus bekerja keras, membuang pikiran negatif dengan senantiasa berpikir positif.

8. Hukum rata-rata.
Hukum rata-rata maksudnya setiap tindakan kita sebenarnya rata-rata menghasilkan. Frank pengarang ’ how I raised myself from failure to Success in Selling’ mengatakan bahwa setiap usaha dalam penjualan buat dia selalu menghasilkan, dari 1849 calls , 828 akhirnya saya visit, 65 closed dan total nilai penjualan $ 4.251,82 . Jadi setiap calls rata-rata menghasilkan $2.3 baik yang berhasil maupun yang gagal.

9. Rahasia sukses dalam menjual
Persistence adalah rahasia seorang sales yang sukses, bedanya dengan yang gagal hanya sales person yang sukses selalu mau mencoba sekali lagi.

10. Sisi gelap dari kesuksesan
Sikap puas pada saat kita mencapai kesukesan membuat kita tidak bekerja keras klembali dan itu membahayakan apa yang telah kita capai. Seorang yang sukses tidak pernah akan berhenti bermimpi, sehingga dia terus mencapainya sampai berhasil.

Dalam persistence kita tidak mengenal istilah bahwa kita gagal melainkan yang ada adalah bahwa kita sedang belajar dan terus mencoba sampai kita berhasil.

(IC/IC/BL)

pic : cyber-nation.com