Human Resources Strategic Planning (HRSP)

(Business Lounge – HR) – Dewasa ini seiring dengan perkembangan business, Sumber Daya Manusia tidak mau lagi menyebut dirinya dengan istilah Human Resource (HR) yang sering kali “diplesetkan” menjadi Hire to Retire tetapi menjadi Human Capital (HC) yang juga sering kali “diplesetkan” menjadi Hire to be Competitive, to be competent, to be contributive.

Ada suatu evolusi dari fungsi HR itu sendiri. HR tidak hanya memikirkan bagaimana untuk merekrut, bagaimana untuk membuat system absensi atau administrasi lainnya. HR tidak hanya direkrut lalu kemudian tidak memiliki kontribusi apa pun kepada business sampai pensiunnya. Tetapi saat ini HR sangat berperan penting untuk menjadi partner di dalam menjalankan strategy business dan di dalam pencapaian setiap target business.

Itulah sebabnya HR sangat penting untuk memiliki Strategic Planning yang “inline” dengan Business Strategy.

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu diperhatikan di dalam membuat Strategic Planning.

1. Sesuai dengan Visi dan Misi perusahaan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menyusun HRSP (HR Strategic Planning) adalah menjabarkan apa yang menjadi visi dan misi dari perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk dapat memastikan bahwa HRSP sesuai dengan visi dan misi perusahaan dan akan mensupport perusahaan dalam mencapai visi dan misi tersebut.

Dari visi dan misi tersebutlah maka HR perlu merencanakan langkah-langkah apa yang perlu diambil guna mencapai visi perusahaan.

2. Sesuai dengan nilai-nilai perusahaan

Guna mendukung Visi dan Misi perusahaan maka setiap perusahaan juga akan menentukan apa yang menjadi nilai-nilai yang seharusnya dimiliki oleh setiap karyawan serta calon karyawan. NIlai-nilai ini haruslah mendasari perencanaan yang dimiliki oleh Tim HR. Misalnya saja dalam mengadakan rekrutmen. Maka tim rekrutmen akan mencari candidate yang memiliki nilai-nilai sejalan dengan nilai-nilai perusahaan.

3. Lakukan SWOT analysis untuk perusahaan anda.

Apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan yang perusahaan miliki.

4. Tentukan target yang akan mejadi milik HR yang mencakup unit-unit berikut ini:

– Perencanaan : Organization Strategy, Organization Development, HR Budget, HRIS, Manpower Planning, Succession & Replacement Planning

– Penerimaan tenaga kerja: Recruitment & Selection, Placement.

– Pengembangan : Training & Development, Performance Management, Career Development, Competency Development.

– Pemeliharaan : compensation & benefit, IR, Work Life Balance.

– Mempertahankan: Integration of Maintaining & Retrenchment, Retirement Analysis, Talent Management.

5. Tentukanlah target yang ingin dicapai dari setiap bidang di atas.

Hendaknya target yang ditentukan bersifat achievable dan measureable.

6. Setiap unit hendaknya melakukan SWOT Analysis kembali untuk menghasilkan inisiatif yang akan dijalankan.

SWOT Analysis yang dilakukan kali ini adalah dari segi HR. Jabarkan apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan yang HR miliki.

7. Tentukan apa yang menjadi Key Result Area

Mengidentifikasi Key Result Area berarti mengidentifikasi area-area dari sebuah unit atau organisasi yang harus berfungsi secara efektif bila seluruh unit atau organisasi mencapai keberhasilan.

8. Tentukan apa yang menjadi Key Performance Indicator

Key perfomance indicator adalah tolak ukur (indikator kunci yang bersifat terukur), yang memberikan informasi kepada kita sejauh mana kita berhasil mencapai sasaran kinerja yang ingin kita capai. Key perfomance indicator membutuhkan sistem monitoring yang baik agar dapat memantau sejauh mana pencapai telah berhasil.

Dengan demikian diharapkan melalui Key Performance Indicator dari HR maka HRSP dapat dicapai guna mencapai visi dan misi perusahaan.

(Ruth Berliana/IC/BL)

pic: paullemberg.com