Menurunnya Keuntungan Cathay Pacific

(Business Lounge – Business Today) – Cathay Pacific Airways Ltd memperoleh laba semester pertama, pulih dari kerugian tahun sebelumnya, akibat melemahnya permintaan untuk kursi premium dan pasar kargo udara.

Maskapai pada Selasa lalu melaporkan keuntungan bersih HK $ 24 juta (US$ 3.09 juta), dibandingkan dengan kerugian sebesar HK $ 929 juta pada tahun sebelumnya.

Hasilnya jauh meleset dari perkiraan analis yang memperkirakan memiliki keuntungan HK $ 721 juta.

Cathay Pacific, yang berbasis di Hong Kong, memperoleh laba operasi sebesar HK $ 1.04 juta meningkat dari tadinya mengalami rugi usaha sebesar HK $ 311 juta bersamaan dengan turunnya bahan bakar dan biaya pemeliharaan.

Pendapatan turun 0,6% menjadi HK $ 48,58 juta.

Margin keuntungan Cathay Pacific untuk kursi pertama dan kelas bisnis semakin menurun bersamaan dengan semakin dipotongnya anggaran oleh pelanggan seperti lembaga keuangan yang menyebabkan turunnya permintaan dan juga harga.

Para analis mengatakan hasil kargo akan mengalami turunnya kontribusi keuntungan dari Air China Ltd,dimana share Cathay Pacific di dalamnya 19,3%. Kerugian dari afiliasi Cathay Pacific ini, termasuk Air China, lebih dari dua kali lipat menjadi HK $ 155 juta dari HK $ juta sebagai akibat dari perlambatan ekonomi China.

Kinerja maskapai yang semakin lemah ini adalah tantangan yang dihadapi oleh banyak operator di Asia karena persaingan semakin meningkat. Pesaingnya Singapore Airlines juga mengalami penurunan dari hasil yang diterima dari per penumpangnya, akibat meningkatnya persaingan.

Juga pada hari Rabu, Korean Air Lines Co melaporkan bahwa rugi bersih kuartal kedua meningkat menjadi ₩ 358.7 miliar ($ 320.8 juta) dari ₩ 303.3 miliar. Pembawa bendera Korea Selatan ini mengalami kerugian karena valuta asing dan juga menurunnya permintaan akan penerbangan.

Eric Lin, analis transportasi Asia di UBS Securities, mengatakan permintaan akan Cathay Pacific cukup kuat selama musim panas. “Ini merupakan tanda yang menggembirakan. Dalam siklus bisnis yang normal, lebih dari dua pertiga pendapatan akan dihasilkan pada babak kedua,” katanya. “Namun, prospek pendapatan dari kargo akan terus dibayangi oleh melemahnya permintaan untuk lalu lintas premium dan menurunnya permintaan kargo udara.”

Penerbangan premium di kawasan itu semakin diperas semakin bersaingnya operator murah untuk kursi kelas ekonomi jarak pendek dan pesatnya pertumbuhan penerbangan di Timur Tengah mengikis pangsa pasar untuk pemesanan premium jarak jauh.

Cathay Pacific mengatakan tidak punya rencana untuk mendirikan sebuah maskapai penerbangan murah untuk memenuhi meningkatnya permintaan daerah untuk layanan yang ada.

(IC/IC/BL-WSJ)