BlackBerry Banting Harga di AS

(Business Lounge – Business Today) – Empat bulan sesudah peluncuran Z10 keluaran Blackberry Ltd, pengecer dan operator ponsel di Amerika Serikat (AS) memangkas harga smartphone itu sebesar 75%.

Penjualan telepon layar sentuh itu oleh operator seluler AT&T Inc dan Verizon Wireless masih lesu. Dua perusahaan itu terpaksa memangkas harga Z10 menjadi $49 (kira-kira Rp989 ribu) dari $199 di bawah kesepakatan kontrak dua tahun. Best Buy Co dan Amazon.com Inc kini menawarkan Z10 seharga $49 atau sekitar Rp489 ribu. Tanpa kontrak, Z10 dijual sekitar $700 atau Rp6,9 juta. Penjualan dengan kontrak ini mensyaratkan pengguna memakai paket data dari operator tertentu selama durasi kontrak.

Pemangkasan harga ini menempatkan Z10 di kelas harga jauh di bawah sesama ponsel high-end, seperti keluaran Samsung Electronics Co dan Apple Inc yang dijual seharga $199 dengan kontrak.

Rabat merupakan ihwal yang biasa terjadi dalam pemasaran smartphone di AS. Samsung baru-baru ini menerapkan potongan harga untuk produk Galaxy S3, menjelang peluncuran versi terbaru produk tersebut. Langkah pengecer dan operator untuk mendiskon Z10, hanya beberapa bulan sesudah peluncurannya Maret lalu, memperlihatkan penjualan produk itu tak terlalu baik.

Dalam suatu pernyataan, juru bicara BlackBerry menjelaskan, “Kini saat yang tepat untuk menyesuaikan harga” Z10, mengingat perusahaan juga tengah memperkenalkan model terbaru.

“Ini adalah bagian dari manajemen siklus hidup ponsel, yakni mengubah tingkat harga perangkat terkini demi membuka ruang bagi produk yang akan datang,” katanya lewat surat elektronik. “Ini hanyalah elemen strategi pemasaran yang bakal menjamin kami tetap agresif dalam lanskap pasar yang kian kompetitif.”

BlackBerry tengah mencoba membangkitkan kembali nasib mereka dengan mengandalkan penjualan lini baru telepon genggam, termasuk Z10 dan Q10 yang dilengkapi keyboard serta mulai dijual di AS pada Juni. Dalam laporan pendapatan terbaru yang dirilis bulan lalu, tingkat penjualan telepon genggam keluaran BlackBerry tercatat di bawah perkiraan sebagian besar pengamat ekonomi, meski perusahaan tak memperinci penjualan model-modelnya.

Harga saham BlackBerry terpukul sesudah laporan pendapatan itu dikeluarkan. Tekanan bertambah bagi chief executive Thorsten Heins. Ia didaulat untuk membuktikan janjinya bahwa pembalikan arah perusahaan memang berbuah baik.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada awal pekan ini, Heins dihadapkan pernyataan pemegang saham yang mengatakan peluncuran Z10 di AS sebagai “bencana.”

Heins mengakui pasar AS termasuk “ganas.” Perusahaan, kata Heins, menghadapi kesulitan dalam pasar AS. Meski begitu, Heins membantah peluncuran Z10 sebagai bencana.

Rabat Z10 serupa dengan kisah produk lain BlackBerry yang juga mencatat penjualan lemah, yakni tablet PlayBook. Beberapa bulan sesudah PlayBook diluncurkan 2011, perusahaan melaporkan sepinya penjualan produk tablet itu. Pengecer pun lantas memangkas harga PlayBook.

(FJ/FJ-BL, WSJ)