Italia dan Perancis Tolak Permohonan Suaka Snowden

(Business Lounge – Business Today) – Italia dan Prancis menolak permohonan suaka yang diajukan Edward Snowden. Keputusan ini memperumit status Snowden, sang pembocor informasi Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) atau NSA.

Dua anggota Uni Eropa itu secara resmi menolak permintaan suaka Snowden pada Kamis, memperpanjang daftar negara yang tak sudi memberikan “rumah” bagi Snowden. Menurut petinggi Rusia, Snowden hingga kini masih berada di zona transit Bandara Internasional Sheremetyevo di Moskow.

Kuasa hukum ayah Snowden mencemaskan campur tangan Julian Assange, pendiri Wikileaks, sebagai sosok yang mengendalikan gerakan Snowden. Assange selama ini memiliki peran penting dalam mengelola pernyataan Snowden yang disampaikan ke publik.

Snowden, pembocor informasi berusia 30 tahun, telah mengajukan permohonan suaka politik ke lebih dari 20 negara. Lewat suaka politik, ia akan terlindung dari upaya ekstradisi untuk diadili di AS.

Snowden sebelumnya berharap bisa mendapat suaka politik di Ekuador. Harapan itu terpupus, sesudah Presiden Ekuador Rafael Correa menolak untuk memberikan dokumen perjalanan sementara bagi Snowden. Menurut Correa, dokumen itu dikeluarkan Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London tanpa persetujuan Quito.

Upaya Snowden menjangkau Ekuador merupakan langkah yang selama ini dimediasi Assange. Pendiri Wikileaks itu sendiri tinggal di bawah suaka di dalam Kedubes Ekuador, London, selama lebih dari setahun terakhir. Ia menerima perlindungan kala berjuang melawan upaya ekstradisi ke Swedia. Di Swedia, ia dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap dua perempuan. Assange menampik semua tuduhan.

Peran Assange dalam kasus Snowden menyulut kemarahan dan perselisihan. Petinggi Ekuador kesal karena Assange cenderung memanfaatkan nasib Snowden. Sebelumnya pekan ini, dalam sebuah artikel opini, Assange mendesak negara Eropa untuk menerima Snowden. Tak hanya itu, Assange menilai negara-negara itu berutang kepada Snowden, yang telah mengungkap program spionase Washington di seluruh dunia.

“Menurut saya, tentunya tak terbantahkan bahwa pendekatan Wikileaks tidak sejalan dengan apa yang Edward Snowden katakan mengenai motifnya, yakni untuk menempatkan isu mata-mata, hukum rahasia, dan Fourth Amendment dalam agenda AS,” kata Bruce Fein, pengacara ayah sang pembocor, Lonnie Snowden. Dalam undang-undang dasar AS, Fourth Amendment alias Amandemen Keempat melindungi warga Amerika dari penyelidikan oleh negara tanpa surat perintah.

Juru bicara Wikileaks belum merespons permintaan berkomentar.

(FJ/FJ-BL, WSJ)