Indonesia Berpeluang di Pasar Tekstil Dunia

(Business Lounge – Business Today), Industri tekstil Indonesia memiliki peluang besar untuk dapat melebarkan akan sayap bisnisnya sampai keluar negeri. Peluang ini terjadi akibat terpuruknya industri tekstil di Bangladesh yang merupakan salah satu pemasok tekstil bagi pasar tekstil dunia.

Negara-negara pengimpor tekstil dari Bangladesh yaitu Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Belgia, Italia, Turki, Jepang, Korea Selatan, China, Malaysia, Afrika Selatan dan Australia mulai melirik akan tekstil Indonesia sebagai sumber pembelian tekstil guna memenuhi akan kebutuhan dalam negerinya.

Menteri perindustrian MS Hidayat menyatakan bahwa sekalipun Vietnam memiliki keistimewaan untuk memasukkan produknya ke Eropa dan Amerika Serikat, namun Indonesia juga memiliki banyak keistimewaan yang dapat diperhitungkan juga oleh negara-negara pengimpor tekstil.

Untuk itu sangat diperlukan dukungan pemerintah untuk bisa menggarap akan peluang bisnis ini dengan meningkatkan akan kinerja ekspor tekstil Indonesia.

Pemerintah Indonesia harus melakukan strategi-strategi yang jitu supaya produk tekstil Indonesia dapat merebut pasar didunia. Bisa dilihat dari sisi daya saing harga tekstil Indonesia lebih mahal dibandingkan dari negara Vietnam dan Kamboja.

Hal ini disebabkan karena masalah upah dan juga akan masalah kemudahan dalam mengimpor akan barang untuk tujuan ekspor (KITE). Bila di negara Vietnam dan Kamboja upah buruh hanya sekitar $80 perbulan, sedangkan di Indonesia mencapai $100-200 per bulannya.

Sehingga untuk memperkuat industri dalam negeri, maka diperlukan program restrukturisasi yang harus dijalankan untuk dapat membantu Indonesia meningkatkan daya saing dengan negara-negara pemasok tekstil dunia.

(rs/IK/bl)