BUMN Terancam 'Kalah' Bersaing Transportasi LCC

(Business Lounge – Business Today), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) perusahaan berpelat merah terancam bangkrut dengan hadirnya transportasi yang berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC).

Maskapai dengan memakai Low Cost Carrier (LCC) benar-benar memberikan biaya atau ongkos penerbangan yang sangat murah, sehingga membuat para konsumen yang mungkin selama ini memakai jasa transportasi laut dan darat yaitu kapal laut dan kereta api, menjadi beralih ke maskapai LCC seperti Air Asia dan Lion Air.

Hermawan Kertajaya, Pakar pemasaran menyatakan bila ketiga perusahaan pelat merah bidang transportasi itu ingin tetap bertahan dan sukses menghadapi persaingan bisnis transporatasi ini maka harus mau untuk melakukan pengubahan arah bisnis yang dalam istilah marketing disebut rightsizing.

“Low cost airlines begitu masuk ke dalam pasar transportasi bisa langsung melumpuhkan akan full service yang ditawarkan oleh airlines dan kereta api. Pertama yang saya katakan, penyebab dari semua ini bukan hanya Pelni. Dengan low cost masuk terutama Lion ini, jagoannya low cost. Dia punya cost paling murah sehingga bisa banting harga sehingga membuat Garuda Indonesia hampir mengalami kejatuhan,”jelas Hermawan dalam jumpa pers usai BUMN Marketeers Club di Kantor Pusat PT Pelni, Jakarta.

Perubahan arah bisnis bisa dilakukan dengan misalnya inovasi dan pembenahan dalam hal pelayanan (service) nya. Atau bisa saja seperti yang dilakukan oleh PT PELNI dimana pada awalnya hanya melayani penumpang antar pulau, kini banting setir mengangkut kargo di pulau-pulau wilayah timur Indonesia. Namun, selain itu maka direksi BUMN harus jeli menangkap peluang bisnis baru dari yang selama ini biasa dilakukan,seperti misalnya memikirkan akan branding atau memperkokoh merek dagang di mata masyarakat.

(rs/IK/bl-dtc)