Pimpinan Pemberi Inspirasi dan Semangat

(The Manager’s Lounge – Leadership), Untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses tidaklah sulit tapi tidak juga mudah, tetapi jika kita mau menggali potensi tiap-tiap orang untuk dijadikan pemimpin yang sukses semua orang pasti bisa. Hanya kadar dia mau memberikan semua yang ada padanya tiap-tiap hari kepada sekitarnya akan menunjukkan kebesaran hatinya. Kata Semangat adalah kata-kata yang punya power untuk dikatakan tiap-tiap hari, dan menjadi kebutuhan poko untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses.

Lihat saja pemimpin kita Bapak Jokowi yang selalu memberi inspirasi yang baru dan semangat yang baru untuk membawa perubahan pada sekitarnya, Ada saja yang ia lakukan untuk membuat suasana kerja dikantor atau daerah/wilayah menjadi nyaman atau tidak nyaman.

Banyak orang berpikir bahwa untuk bisa memberi semangat kepada tim, orang-orang harus takut kepada pimpinannya. Mungkin itu benar dalam management di abad-abad yang lalu. Tetapi untuk saat ini, orang membutuhkan rasa aman, bukan rasa takut.

Ada beberapa tips yang dapat dipakai untuk dapat melihat apakah anda seorang pemimpin yang memberi inspirasi dan semangat kepada anak buahnya. Bagaimana agar kita bisa menjadi seorang pemimpin yang selalu memberi inspirasi dan semangat kepada tim kita?

1.JADILAH TELADAN.

Banyak pemimpin yang meminta timnya untuk selau semangat sementara sang pemimpin tersebut setiap harinya tampak loyo, tidak bersemangat, penuh dengan omelan, sungutan dan kerjanya marah-marah.

Jika sang pemimpin tidak mampu menjadi teladan, inspirator dan semangat kepada timnya, apakah mungkin bagi tim tersebut untuk selalu penuh dengan semangat? Tentu tidak. Ingatlah bahwa tim kita membutuhkan teladan dari sang pemimpinnya.

Teladan disini pastilah mencapai dalam segala aspek kehidupan, sbg contoh anak buah diminta datang pagi, maka sebagai pemimpin harus tiba sebelum anak buah datang.

2.BERIKAN ENERGI POSITIF.

Semangat adalah energi positif yang dihasilkan oleh seseorang. Sebagai pemimpin, masuklah ke tempat kerja Anda setiap pagi dengan wajah ceria, penuh senyuman dan pikiran yang optimis dalam menjalani hari itu. Sapalah orang-orang yang Anda temui di tempat kerja Anda.

Jika kita penuh dengan energi positif, maka energi itu akan menyebar ke seluruh kantor Anda. Sebaliknya, jika Anda masuk dengan wajah yang tampak marah, tidak bersemangat, tidak bisa tersenyum, sangat kaku dan dingin, maka semua orang akan menduga bahwa Anda sedang dalam kondisi mood yang tidak enak. Akibatnya, semua orang jadi ragu untuk menyapa Anda.

Alhasil, suasana di tempat kerja Anda juga menjadi tegang. Energi positif yang seharusnya mereka terima berubah menjadi energi negatif. Jika mereka sudah merasakan energi negatif, maka bisa saja mereka juga mentransferkan energi negatif itu kepada customer atau client Anda.

Jika kita dihadapkan pada 2 orang, yang satu penuh dengan senyum dan wajah ceria sementara yang lain berwajah cemberut, tidak bersahabat, tidak bisa tersenyum, yang mana akan kita datangi? Tentu saja yang wajahnya penuh dengan senyuman dan bersahabat. Mengapa? Karena dia sedang memberikan sebuah energi positif.

Jika kita saja senang berhadapan dengan orang yang penuh senyum, ramah dan bersahabat, begitu juga tim kita membutuhkan pemimpin yang bisa tersenyum, ramah dan bersahabat dengan timnya.

Bersambung

(Adelina Martha/IK/TML)

pic : feedlogger