Mengenal 6 Gaya Kepemimpinan (2)

(The Manager’s Lounge – Leadership) – Artikel sebelumnya sudah membahas mengenai 3 gaya kepemimpinan pertama, yakni gaya-gaya kepemimpinan yang bisa diimplementasikan oleh pemimpin sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapinya. Sehingga tujuan bisa tercapai dengan efektif.

Berikut ini adalah tiga gaya kepemimpinan lainnya:

Affiliative Leader
Seorang affiliative leader punya kemampuan membangun keharmonisan di dalam tim. Ia mendorong kinerja tim dengan membangun hubungan yang baik antar anggota tim, sehingga semangat dan produktivitas meningkat dan tujuan tim tercapai. Pemimpin ini dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di dalam tim. Gaya kepemimpinan seperti ini diperlukan ketika tim sedang dilanda perpecahan ataupun masalah, sehingga pemimpin dapat mengembalikan keharmonisan tim.

Coaching Leader
Mereka yang merupakan coaching leader memimpin dengan cara melakukan konsultasi dan coaching dengan anak buahnya. Mereka bersedia untuk mendengarkan, kemudian membantu individu untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing. Konsultasi yang dilakukan juga mencakup memotivasi orang dalam berkembang.

Pemimpin dengan gaya ini paling baik ketika organisasi perlu untuk membangun kapabilitas individu dalam jangka panjang. Sehingga perkembangan yang dicapai bisa optimal. Jika gaya ini dilaksanakan dengan buruk, maka bisa mirip dengan micromanaging.

Visionary (Authoritative) Leader
Pemimpin yang visioner memimpin orang-orang dalam organisasinya melalui suatu visi yang dituju bersama. Pemimpin ini maju paling depan dalam menginspirasi orang untuk mencapai tujuan. Ia juga bisa menjelaskan bagaimana kontribusi anggota tim dalam tujuan yang ingin dicapai tersebut.

Gaya kepemimpinan ini terbaik ketika organisasi sedang diarahkan menuju satu visi ataupun terdapat perubahan visi baru. Cocok digunakan untuk organisasi yang sedang mengalami proses perubahan.

(RP/SN/TML)

pic : automotivedigitalmarketing