Setor Uang Harus Ngantri ? Kini Sudah Tidak Lagi……

(The Manager’s Lounge – Risk) – Kebutuhan nasabah perbankan  untuk melakukan banyak transaksi dengan bank sangat banyak. Apalagi pada tanggal dan jam tertentu, akan menimbulkan antrian yang panjang. Untuk beberapa transaksi bisa menghindari antrian di depan teller  dengan menggunakan mesin ATM (Automatic Teller Machine / Anjungan Tunai Mandiri), seperti pengambilan uang, transfer antar bank / rekening, pembayaran tagihan, pembelian voucher atau mengecek saldo. Namun untuk menyetor uang, maka tidak bisa menghindar dari antrian.

Kebutuhan nasabah perbankan yang membutuhkan efisiensi, kehandalan dan kemudahan dalam melakukan penyetoran uang tunai secara cepat dan aman telah diwujudkan pada pertengahan September 2002. Dimana IBM Indonesia memperkenalkan ATM deposit atau mesin setoran otomatis yang dapat digunakan oleh bank-bank di Indonesia, seperti halnya ATM untuk penarikan. ATM jenis ini sebelumnya telah digunakan di tiga negara di ASEAN pada pertengahan tahun 2000, yaitu sepuluh bank di Thailand, satu bank di Filipina dan dua bank di Singapura. ATM Setor tunai ini, sudah cukup banyak kita lihat berdampingan dengan jenis ATM lain,  seperti ATM untuk cetak buku, ATM tunai dan ATM non tunai. Dengan ATM setor tunai, kita tidak lagi menyetor uang melalui berbagai prosedur administrasi yang menyita waktu dan tidak terikat dengan jam operasi buka bank.

Fungsinya tentu saja untuk membantu lembaga keuangan seperti bank dalam memenuhi kebutuhan akan nasabah/pelanggannya, yang makin lama semakin meningkat serta menuntut pelayanan yang prima. Dan juga secara tak langsung mesin ini mengatasi masalah keamanan yang berkenaan dengan sistem swalayan perbankan di Indonesia.

ATM Setoran Tunai (CDM – Cash Deposit Machine) adalah ATM yang dapat menerima setoran tunai dan inquiry saldo rekening. Nilai mata uang tunai yang diterima adalah dalam mata uang tertentu saja, yaitu pecahan Rp. 20 ribu, Rp. 50 ribu, dan Rp. 100 ribu. Secara fisik bentuk ATM Setoran Tunai hampir sama dengan ATM biasa, namun pada sisi depan terdapat lubang / laci yang digunakan untuk meletakkan uang yang akan disetor.

Tips untuk setor tunai :

1.     Ingat nomer rekening dam nomor PIN yang sama dengan yang digunakan pada mesin ATM biasa.

2.     Hitung jumlah uang yang akan disetor secara cermat dan teliti. Pastikan bahwa jumlahnya tidak melebihi 50 lembar.

3.     Pastikan kondisi uang masih bagus, tidak lusuh, tidak robek,  terlipat ataupun yang dapat mengganggu proses perhitungan oleh mesin.

4.     Lepaskan steples, karet atau klip pengikat uang sebelum dimasukkan ke dalam mesin.

5.     Simpanlah struk tanda terima.

6.     Jika terjadi kemacetan pada mesin secara tiba-tiba, segera lapor kepada pihak bank dan isilah data-data yang diminta *termasuk jumlah setoran yang dianggap gagal oleh mesin ATM tersebut*

Mitigasi :

Dari pihak bank :

Ø      Mesin setoran ini diperlengkapi dengan fitur keamanan biometric yang dapat mengidentifikasi sidik jari dan mendeteksi uang palsu

Ø      Mesin diperlengkapi dengan kemampuan memilah uang berdasarkan jumlah nominalnya dan untuk menyortir uang. Terlebih, mesin ini juga memiliki kemampuan untuk mengenali tujuh lembar uang perdetik

Ø      Mesin melakukan konfirmasi jumlah yang disetorkan oleh nasabah. Proses selanjutnya, mesin akan mengajukan opsi, apakah nasabah memutuskan untuk terus melakukan transaksi atau membatalkannya

Ø      Software yang terdapat dalam mesin, berdasarkan database bank yang bersangkutan yang dihubungkan dengan server pada mesin akan mencatat transaksi tersebut.

(Syanti Dewi/IK/MD)