Mengenal Charles Dow, Sosok Di Balik Indeks Dow Jones

(The Manager’s Lounge – Finance) – Bagi yang berkecimpung di dunia keuangan, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama indeks Dow Jones. Namun, masih terbatas yang mengetahui mengenai sosok orang yang berada di balik nama indeks tersebut, yakni Charles Dow. Charles Dow merupakan sosok yang punya kontribusi besar di bidang keuangan.

Charles Henry Dow yang lahir pada 5 November 1951 di Connecticut merupakan anak dari seorang petani yang kemudian meninggal ketika Dow baru 6 berusia tahun. Dow tidak mengecap banyak pendidikan formal, namun berhasil memperoleh pekerjaan sebagai jurnalis di usianya yang ke-21. Spesialisasi Dow adalah pada artikel sejarah regional, dan tulisannya makin tajam dengan penjelasan terkait dengan perkembangan industri dan prospeknya di masa depan. Selanjutnya, Dow dipercaya untuk menulis mengenai berbagai industri, dengan cara melakukan wawancara, yang kemudian dimanfaatkannya untuk mempelajari metode dalam mengevaluasi saham.

Setelah sejumlah pengalamannya sebagai reporter, pada tahun 1882 Charles Dow dan Edward Jones memutuskan untuk memulai perusahaan media mereka sendiri, yakni Dow, Jones & Company. Perusahaan ini memulai publikasi pertama mereka, Customer’s Afternoon Letter pada tahun 1883, yang berisikan berita-berita finansial. Kelebihan dari publikasi ini adalah tulisan yang objektif, padahal di masa tersebut reporter mau menerima suap untuk memanipulasi harga saham tertentu. Dari sinilah sejarah indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dimulai.

Awalnya, Dow ingin supaya pembacanya punya gambaran mengenai pergerakan pasar secara keseluruhan. Tahun 1989 DJIA lahir dan terdiri dari 12 saham utama yang terdapat di pasar. Saat itu, indeks DJIA pertama kali menunjukkan angka 40.94. Sejak kemunculan DJIA, Customer Afternoon Letter semakin meledak, sehingga Dow & Jones cukup percaya diri untuk memulai Wall Street Journal, yang kita kenal hingga saat ini. WSJ pertama kali dipublikasikan pada 8 Juli 1889, dan isinya juga seputar informasi di dunia finansial hanya saja dibahas lebih mendetail dibandingkan dengan Customer Afternoon Letter yang sederhana.

Sebelum DJIA dan WSJ diciptakan, maka orang tidak punya sumber informasi yang handal. Dengan analisanya, Dow dan Jones memberikan informasi berkualitas ke pasar, yakni informasi yang mungkin awalnya hanya dimiliki oleh orang dalam perusahaan. Intinya, Dow berjasa dalam memperbaiki asimetris informasi di pasar, sehingga meningkatkan efisiensi pasar.

Dari artikel-artikel yang ditulis oleh Dow di berbagai artikel WSJ, kemudian dikumpulkan sejumlah teori, yang kemudian disebut dengan Dow Theory. Pengumpulan dan penamaan ini sendiri dilakukan setelah Dow meninggal pada tahun 1902. Berikut ini adalah sejumlah inti dari Dow Theory:

1. Pasar mempunyai tiga pergerakan, yakni satu: pergerakan utama, yang menjadi trend utama yang bertahan selama kurang dari setahun hingga beberapa tahun; kedua, medium swing, yakni reaksi yang bertahan dari 10 hari hingga 3 bulan; dan tiga, short swing, yakni pergerakan kecil yang terjadi dalam beberapa jam hingga sebulan lebih.

2. Trend pasar terdiri dari beberapa tahap, yakni pertama tahap akumulasi, dimana investor melakukan beli (jual) melawan pandangan pasar secara umum; tahap kedua yakni dimana terjadi perubahan harga, sesuai dengan apa yang dipikirkan investor pintar di tahap akumulasi; dan tahap ketiga yakni investor pintar mulai melakukan penjualan (distribusi) ke pasar.

3. Bursa saham sudah mendiskonto seluruh berita yang ada, karena informasi baru langsung diserap pasar dan terjadilah penyesuaian terhadap harga

4. Indeks saham saling mengkonfirmasi satu sama lain. Misalnya, ketika saham manufaktur menguat, maka saham shipping juga harusnya menguat, karena saling terkait.

5. Trend dikonfirmasi dengan volume. Dow percaya bahwa ketika trend disertai dengan volume, maka itu menunjukkan pandangan pasar yang sebenarnya. Namun jika trend tidak disertai dengan volume, maka terdapat banyak penjelasan berbeda dibaliknya.

6. Trend muncul hingga terdapat sinyal yang menunjukkan bahwa trend tersebut berakhir.

Demikian adalah sekilas mengenai sejarah dari sosok dibalik indeks Dow Jones. Kontribusinya yang besar terhadap dunia keuangan masih akan terus dikenang hingga hari ini.

Rinella Putri/RP/TML