Teknik Pemodelan Baru dalam Prediksi Kecepatan Adopsi Produk

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Perusahaan yang meluncurkan produk baru tentunya mempunyai pertanyaan umum seperti: seberapa cepat konsumen dapat mengadopsi produk baru tersebut? Riset baru yang dilakukan oleh Ashish Sood dari Emory University, dan Gareth James serta Gerard J. Tellis dari School of Business, University of Southern California menjawab pertanyaan tersebut.

Ini penting karena perusahaan tentunya perlu mengetahui seberapa cepat produknya diterima oleh pasaran, karena tentunya dalam mengembangkan produk mereka sudah menginvestasikan banyak uang. Oleh karena itu, prediksi yang akurat sangatlah dibutuhkan untuk membantu dalam pengaturan sumber daya.

Umumnya, manajer menggunakan model yang dimiliki oleh Frank Bass sebagai panduan. Profesor Frank Bass memperkenalkan modelnya pertama kali pada 1969 dan sejak itu telah menjadi benchmark standar. Metode yang ia perkenalkan menjelaskan interaksi antara pengguna yang ada serta pengguna yang potensial dari suatu produk yang kemudian menjadi standar dalam memprediksi bagaimana produk baru akan diadopsi.

Namun model yang dikembangkan oleh Bass punya satu keterbatasan yaitu hanya menggunakan informasi mengenai produk tertentu itu saJa. Sementara itu, Ashish Sood, Gareth James dan Gerard J. Tellis memanfaatkan model yang menintegrasikan informasi mengenai beragam negara, beragam pasar dan juga berbagai produk untuk memprediksikan beberapa hal, termasuk bagaimana penetrasi sebuah produk di masa depan. Model sebelumnya milik Bass berfokus pada data masa lalu, sementara model mereka berfokus dalam memprediksi peristiwa di masa depan.

Teknik Functional Data Analysis yang mereka gunakan mempunyai kekuatan prediksi yang lebih besar. Sood mengemukakan bahwa metode mereka bisa digunakan untuk memberikan prediksi yang akurat mengenai pergerakan di masa depan pada produk yang sudah eksis sekarang maupun produk baru berdasarkan serangkaian observasi selama beberapa tahun.

Misalnya, cluster tertentu dari pola pertumbuhan untuk 21 produk yang berbeda pada sample menyatakan bahwa PC yang kompatibel dengan internet takeoffnya lebih cepat di pasar sementara DVD player mengalami pertumbuhan yang lambat pada awalnya namun di tahun-tahun berikutnya berekspansi dengan cepat. Sehingga, teknik ini dapat digunakan dengan mudah oleh manajer yang ingin memperkenalkan produk baru di luar negeri yang tentunya membutuhkan banyak data riset pemasaran.

 (Rinella Putri/AA/TML)