Mengelola Risiko Kegagalan Produk Baru – 2

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Pada pengembangan produk baru, setelah tahap market understanding atau pemahaman pasar melalui riset, maka Anda masuk ke tahap kedua yaitu concept development. Pada tahap ini, konsep dikembangkan hingga memperoleh konsep yang optimal dan siap diuji berdasarkan pada informasi yang didapat dalam tahap market understanding.

2. concept development (pengembangan konsep)

Pengembangan konsep ini menggunakan metode brainstorming dan pengujian konsep untuk mengembangkan konsep yang efektif dengan menghasilkan ide-ide baru, mengidentifikasi area yang bisa diperbaiki dan menentukan produk mana yang paling menjanjikan.

Setelah tercipta sebuah pemahaman pasar, maka dilakukan proses brainstorming untuk mengembangkan ide sebanyak mungkin sehingga kesemuanya dikumpulkan dan diolah menjadi konsep yang siap untuk diujikan. Dari ide-ide tersebut kemudian disaring sehingga diperoleh ide mana saja yang paling potensial.

Concept test memiliki manfaat sebagai berikut:

1. mempelajari reaksi pasar terhadap produk, termasuk ketertarikan dan keinginan membeli
2. merupakan alat dalam membuat sebuah profil dari ide produk/layanan
3. konsumen dapat ikut mengevaluasi dan memberikan feedback pada awal proses pengembangan produk.
4. alat manajemen dalam mengukur potensi sukses dan memperbaiki konsep
5. menyortir ide-ide menjadi ide yang utama

Concept testing akan mengatasi masalah-masalah sebagai berikut:

o konsep produk baru > mengidentifikasi benefit apa yang paling penting bagi pelanggan dan fitur apa saja yang harus diberikan untuk memenuhi janji dari suatu produk

o modifikasi produk > modifikasi dari suatu produk dapat menambah umur dari produk tersebut. Melalui concept testing, akan diketahui fitur tambahan apa yang paling bermanfaat bagi pelanggan.

o Penggunaan produk > melalui concept testing, maka akan diketahui bagaimana produk tersebut digunakan. Baik kemudahannya hingga pola penggunaannya oleh pelanggan.

o Pricing > salah satu keputusan yang paling penting. Strategi harga yang akan ditetapkan juga sudah dipertimbangkan dalam proses ini.

Brainstorming, interview dan FGD adalah cara-cara yang tradisional dalam melakukan concept testing. Tentu saja semuanya masih penting dilakukan dalam pengembangan produk baru. Namun, seiring dengan berkembangnya internet, perannya juga semakin besar dalam perusahaan.

Blog seringkali digunakan sebagai alat dalam pengembangan produk. Faktanya, menurut survey yang dilakukan oleh McKinsey, 30 persen dari responden mengaku aktif menggunakan blog mulai dari untuk menguji ide hingga menguji sebaik apa penjualan produk.

Praktik di Indonesia sendiri, sepertinya masih jarang ada perusahaan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu cara dalam concept testing. Seharusnya, perusahaan dapat mengoptimalkan seluruh cara concept testing, termasuk melalui blog ini. Salah satu perusahaan yang memanfaatkan blog antara lain adalah Kompas dan Tempo.

(Rinella Putri/AA/TML)