Pengenalan Six Sigma, Sejarah, Definisi, Glossary – 2

(The Manager’s Lounge – Quality)

Six Sigma menurut Motorola

Motorola Inc., yang pertama mengembangkan metodologi Six Sigma pada pertengahan 1980-an, menjelaskan Six Sigma sebagai berikut:

“…Six Sigma telah mengalami perkembangan (evolusi) dalam dua dekade ini termasuk juga definisnya. Six Sigma mempunya definisi literal, konsep dan penerapan praktis. Di Motorola University (Divisi Motorola untuk Six Sigma training dan konsultasi), kami melihat Six Sigma sebagai 3 tingkatan yang berbeda:

• Sebagai metric (satuan pengukur)
• Sebagai sebuah metodologi
• Sebagai suatu sistem management

Namun menariknya, Six Sigma juga merupakan ketiga hal tersebut pada saat yang sama.

“…Six Sigma sebagai Metrik: Kata “Sigma” seringkali digunakan sebagai ukuran skala untuk “tingkat” kualitas. Menggunakan skala “’Six Sigma” sama dengan 3.4 kesalahan per 1 juta kesempatan (defects per one million opportunities – DPMO). Oleh karena itu, pada awalnya Six Sigma digunakan sebagai terminologi untuk mengurangi kesalahan dalam industri manufaktur dan kemudian diterapkan pada proses bisnis lainnya untuk tujuan yang sama..”

“…Six Sigma sebagai sebuah metodologi: Pada saat Six Sigma mengalami perkembangan, terjadi penurunan penekanan pada definisi literal 3.4 DPMO, atau menghitung kesalahan dalam produk dan proses. Six Sigma adalah mengenai metodologi perbaikan bisnis yang memfokuskan perusahaan pada:

• Memberikan pengertian dan cara menangani kebutuhan pelanggan
• Menyelaraskan beberapa kunci bisnis proses untuk mencapai kebutuhan tersebut
• Menggunakan analisis data yang cukup rumit dan menyeluruh untuk mengurangi variasi dalam proses-proses tersebut.
• Mengarahkan perbaikan proses bisnis yang cepat dan berkelanjutan…”

“..Jantung dari Six Sigma metodologi adalah model DMAIC untuk perbaikan proses. DMAIC adalah terminology yang digunakan oleh tim proyek Six Sigma project dan merupakan singkatan dari:

• Define opportunity = menjelaskan kesempatan
• Measure performance = Mengukur hasil
• Analyze opportunity = Menganalisa kesempatan
• Improve performance = Meningkatkan hasil
• Control performance = Mengontrol hasil

“…Six Sigma sebgai suatu system management: melalui pengalaman, Motorola telah belajar bahwa penggunaan metric secara disiplin dan penerapan metodologi tidak cukup untuk menghasilkan pendobrakan perbaikan yang diharapkan dan hasil yang berkelanjutan dari waktu ke waktu
.
Untuk mendapatkan hasil lebih, Motorola memastikan bahwa metrik proses dan metodologi struktural diterapkan untuk kesempatan perbaikan yang secara langsung terkait dengan strategi organisasi. Pada saat dipraktekkan sebagai system management, Six Sigma adalah sistem yang berhasil guna untuk menjalankan strategi bisnis. Six Sigma memberikan pemecahan dari atas ke bawah untuk membantu organisasi:

• Menyelaraskan strategi bisnis dengan usaha perbaikan yang penting
• Menggerakkan tim untuk mencapai hasil kerja terbaik dalam menjalankan proyek
• Mempercepat hasil perbaikan bisnis
• Menujukan usaha yang dilakukan sehingga perbaikan dapat terpelihara dan berkelanjutan…”

“.. Six Sigma Management System memberikan kejernihan atas strategi bisnis dan metrik yang dipergunakan sehingga dapat mencerminkan tingkat keberhasilan terhadap strategi tersebut. Six Sigma menyediakan suatu kerangka untuk memprioritaskan sumber daya manusia atas proyek yang dilakukan sehingga meningkatkan metric, dan memampukan pemimpin dalam usahanya untuk menangani, perubahan cepat, perbaikan, pemeliharaan atas hasil bisnis..”

© Copyright 1994-2005 Motorola, Inc.

General Electric (GE), adalah pengguna skala besar dan perusahaan yang menyarankan penggunaan Six Sigma setelah Motorola; dipandang oleh para pakar sebagai pihak yang paling berjasa sehingga Six Sigma mencapai hasil yang sangat tinggi dan dikenal dunia. Berikut adalah definisi Six Sigma menurut GE:

Six Sigma menurut General Electric

“…Six Sigma adalah proses yang dijalankan dengan disiplin tinggi yang membantu kita untuk fokus dalam mengembangkan dan menghasilkan produk dengan kualitas dan pelayanan yang nyaris sempurna. Mengapa ‘Sigma’? Kata tersebut adalah terminology statistik yang mengukur seberapa jauh suatu proses menyimpang dari yang seharusnya. Ide sentral dibelakang Six Sigma adalah jika Saudara dapat mengukur berapa banyak “kesalahan” yang terjadi dalam proses, maka Saudara dapat secara sistematis memecahkan masalah bagaimana cara menguranginya dan semakin dekat menuju “nol kesalahan” sedapat mungkin.

Untuk mencapai kualitas Six Sigma, suatu proses harus menghasilkan tidak lebih dari 3.4 kesalahan per sejuta kesempatan (3.4 DPMO). Sebuah ‘kesempatan’ digambarkan sebagai suatu ketidaksamaan, perbedaan atau tidak berhasil mencapai spesifikasi yang disyaratkan. Hal ini berarti kita harus benar-benar nyaris sempurna, tanpoa kesalahan dalam menjalankan proses-proses kunci.”

“…pada intinya, Six Sigma mengalami perubahan pada beberapa konsep dasar:

• Critical to Quality: Atribut yang sangat penting bagi pelanggan
• Defect: Kegagalan untuk memberikan apa yang diharapkan pelanggan
• Process Capability: Apa yang dapat dihasilkan proses saudara
• Variation: Apa yang dilihat dan dirasakan oleh pelanggan
• Stable Operations: Memastikan kekonsistenan, proses yang dapat diperkirakan untuk meningkatkan apa yang dilihat dan dirasakan pelanggan
• Design for Six Sigma: Didesign untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan kemampuan proses…”

© Copyright General Electric Company 1997-2005