(The Manager’s Lounge – Leadership) – Kalau saya bertanya, misalnya Anda ingin merekrut pegawai baru yang akan membantu Anda sebagai anak buah, apakah Anda cenderung memilih calon anak buah yang mirip atau se-tipe dengan Anda atau yang berbeda? Benar sekali, pada umumnya orang cenderung memilih calon anak buah yang mirip atau se-tipe dengannya, karena akan lebih memudahkan dalam berkomunikasi dan bisa langsung masuk chemistrynya.

Keragaman akan menimbulkan synergy.

Dalam salah satu hasil riset yang dipublish di Managedaily.com Anda dapat temukan tentang personality type dan pengaruhnya terhadap gaya kepemimpinan. Dominan dan pemberani serta result oriented disimbolkan dengan warna merah. Harmoni, care, people oriented dengan simbol  warna hijau. Stabil, teliti dan hati-hati dengan warna biru, dan pribadi periang dan inspiratif dengan warna kuning.
Kita misalkan seorang Kepala Divisi sebuah perusahaan dengan tipe personality warna hijau, memiliki 2 orang wakil Kepala untuk membidangi jenis pekerjaan yang berbeda. Anda silakan bayangkan andaikan si kepala Divisi ini memilih dua orang one down nya yang sama-sama memiliki personality harmoni, maka ada 3 orang pemimpin yang berperilaku sangat mirip. Tentu hal ini akan membuat kesulitan untuk menerobos peluang-peluang pasar, untuk menyusun rencana-rencana yang detil, untuk melakukan promosi-promosi atau menyelenggarakan event-event yang memerlukan kreatifitas. Sinergi yang terjadi sangat terbatas. Dari sini dapat kita pelajari betapa perlunya keragaman orang dalam sebuah tim, tentu saja pemimpin harus mampu mengatasi perbedaan-perbedaan yang terjadi untuk mendapatkan sinergi yang maksimal.

Keragaman adalah kekayaan.

Apakah yang disebut sinergi? Sinergi adalah bentuk kerjasama yang positif dan bersifat win-win yang dihasilkan melalui kolaborasi masing-masing pihak tanpa adanya perasaan kalah.  Menurut Stephen Covey dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People, jika 1 + 1 = 3, maka itulah yang disebut “Synergy”.  Sinergi termasuk saling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mencapai hasil lebih besar daripada jumlah masing-masing bagian per bagian.

Bagi kita bangsa Indonesia maka keragaman ini sangat kaya, baik dari segi karakter, kebudayaan, termasuk keahlian khusus yang dimiliki dari berbagai suku bangsa kita apabila disinergikan dengan bagus akan menghasilkan output yang optimal. Saya tertegun ketika membaca salah satu artikel dimana seorang penulis mengungkapkan bagaimana pasukan Belanda merekrut tentara pribumi yang disebut tentara KNIL (Koninkiljke Nederlandsche Indische Leger) dengan memperhatikan karakter-karakter yang berbeda dari suku-suku yang ada di Indonesia.

Komposisi kesukuan yang memiliki sifat dan karakter berbeda ini terbukti berpengaruh pada keberhasilan berperang. Pasukan KNIL ini dalam hal penempatan prajurit dikategorikan ke dalam tiga Kompi yang berbeda dalam satu batalyon infanteri. Kompi pertama dengan tugas sebagai penyerang, adalah gabungan orang Eropa dan Manado yang difungsikan dari mengintai kekuatan musuh sampai berhadapan langsung dengan musuh, menyerang, menembak dan membuat lubang perlindungan. Kompi kedua yang terdiri dari orang Ambon dan Timor merupakan pasukan penggempur yang bertugas melibas musuh face to face, yang nantinya akan ditarik kembali setelah sebuah wilayah berhasil diduduki. Kompi ketiga  yaitu yang melakukan pendudukan dan meciptakan perdamaian terdiri dari orang Sunda dan Jawa, karena mereka memiliki sifat tenang dan mampu menahan diri. Jadi penugasan tentara ini disesuaikan dengan karakter masing-masing suku yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Demikian pula dalam sebuah organisasi yang ingin maju. Adanya berbagai teori personality, berdasarkan DISC, warna-warna, golongan darah, semua bisa dilakukan untuk membantu menganalisa kepribadian seseorang. Hasilnya dapat digunakan untuk memetakan agar tim yang terdiri dari berbakai karakter atau tipe kepribadian menjadi tim yang kuat dengan hasil yang optimal.
Dalam kaitannya secara khusus dengan suasana di tempat kerja maka perbedaan atau keragaman didefinisikan sebagai: Diversity as a concept focuses on a broader set of qualities than race and gender. In the context of the workplace, valuing diversity means creating a workplace that respects and includes differences, recognizing the unique contributions that individuals with many types of differences can make, and creating a work environment that maximizes the potential of all employees.(University of California, Berkeley).  Jadi keragaman dapat memaksimalkan potensi dari keseluruhan tim sehingga akan berdampak kepada peningkatan potensi keuntungan.

Perlu leadership dan visi yang kuat.

Kembali kepada ilustrasi pembuka dari artikel ini, kalau ditanya tentu lebih mudah memanage tim memiliki tipe kepribadian atau karakter yang sama karena lebih homogen. Sedangkan berbagai tipe kepribadian akan menuntuk perlakuan yang berbeda antara karakter satu dengan yang lain. Namun demikian hal ini akan dapat diatasi apabila pimpinan perusahaan memiliki:
–          Kepemimpinan yang kuat. Pemimpin harus mampu melakukan pendekatan, memberikan motivasi, pengarahan yang jelas, tegas dan baik kepada seluruh tim. Juga harus bisa menjadi teman bagi berbagai jenis orang dengan berbagai jenis kepribadian.
–          Visi yang kuat. Selama tim diberikan visi yang kuat maka mereka akan memeiliki gambaran yang jelas mengenai tujuan yang akan dicapai, untuk apa dia bergabung dengan tim ini, apa tugas masing-masing dalam mencapai tujuan bersama. Selama visi ini sudah diterima dan mengakar pada diri setiap orang maka akan lebih mudah memanaje mereka.
–          Teamwork yang kuat dan kompak. Hal ini akan membuat seseorang fokus kepada keberhasilan bersama daripada memperhatikan perbedaan-perbedaan individu.
Beberapa dampak positif yang akan diakibatkan dari keragaman tim di tempat kerja antara lain akan timbul kompetisi yang cukup kuat secara otomatis. Apabila diarahkan dengan baik akan sangat menguntungkan bagi perusahaan karena kompetisi yang sehat akan melahirkan juga ide-ide atau inovasi-inovasi baru bagi perusahaan.

Let’s celebrate the difference!

(Emy Trimahanani/IC/TML)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.