Kegagalan Manajemen Kualitas di Mattel

(The Manager’s Lounge – Quality) Dalam waktu kurang dari sebulan, Mattel telah menarik 21 juta mainan di seluruh dunia yang diproduksi Cina. Mainan yang ditarik antara lain Sarge, Doggie Daycare, Polly Pocket. Batman, Barbie & Tanner serta One Piece. Mainan-mainan tersebut ditarik kembali karena beberapa sebab. Sebagian karena terdapat cat produk yang mengandung timbal berlebihan dan membahayakan. Lainnya karena magnit yang bisa lepas dan dampaknya membahayakan.

Penarikan pertama dilakukan awal Agustus. 89 jenis mainan yang berjumlah 1,5 juta unit ditarik dari peredaran. Mainan itu ditarikj karena cat yang menempel pada produk tersebut mengandung timbal. Sebenarnya sejak awal Juli Mattel telah membuat peringatan awal. Mereka juga telah menghentkan pengiriman mainan produksi Cina. Diantara produk yang ditarik tersebut, 30 persen sudah dipajang di rak toko.

Kemudian pertengahan Agustus, Mattel kembali melakukan penarikan sebanyak 18,2 juta unit mainan. Selain cat yang mengandung timbal, mainan tersebut juga mengandung magnet yang mudah lepas dan bisa tertelan. Penarikan ketiga sejumlah 800 ribu unit dilakukan pada awal September.

Lebih dari 80 persen mainan yang dijual di pertokoan di AS berasal dari Cina. Tidak hanya Mattel, produsen mainan lain juga banyak yang menarik mainan produksi Cina. Mattel sendiri, 65 persen mainannya produksi Cina. Dan mereka unggul dari para pesaingnya karena memiliki banyak pabrik disana.

Mattel sendiri mengklaim bahwa mereka memiliki karyawan quality control dan safety sejumlah 1,500 orang di seluruh dunia. Namun mereka tidak mengemukakan berapa jumlahnya di Cina. Padahal, menurut Mattel, mereka selalu mengecek seluruh produksi mainan sebelum masuk ke dalam toko.

Sebenarnya, Mattel mensyaratkan supaya cat yang digunakan diuji terlebih dahulu. Namun ternyata, beberapa vendor dan subkontraktor Cina tidak mengikuti prosedur tersebut. Sebenarnya belum ada laporan buruk mengenai hal ini namun setelah diuji ternyata kadarnya berlebihan dan membahayakan. Mengenai magnet yang lepas, kekhawatiran muncul karena dapat tertelan oleh anak-anak dan menyebabkan pelubangan kecil di usus dan berakibat fatal. Sebelum penarikan tersebut, sudah ada kasus 3 anak dioperasi karena menelan lebih dari satu magnit.

Hal ini menunjukkan gagalnya manajemen kualitas dari Mattel. Mattel gagal menjalankan pengawasan yang ketat terhadap mainan-mainan yang diproduksi di Cina. Hingga saat ini, Mattel terus melakukan investigasi dan pengawasan produksi di pabrik-pabrk mainannya di Cina.