Kreativitas Dalam Public Relations

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Menurut The British Institute of Public Relations Public Relations.practise is deliberate, planned and sustain effort to establish and maintain mutual understanding between an organizational and its public . Sedangkan Glenn & Denny Griswold mendefinisikannya sebagai aktivitas, fungsi manajemen, proses, usaha, individu atau organisasi untuk memperoleh dan atau meningkatkan kesamaan pengertian dengan publiknya, baik individu maupun organisasi.

Jadi secara umum, dapat didefinisikan bahwa Public Relations adalah sebagai bentuk usaha/kegiatan/fungsi manajemen yang dilakukan untuk mempertahankan/meningkatkan citra positif serta kepercayaan dan pengertian dari publik dalam (internal public) maupun publik luar (external publik). Yang dimaksud publik dalam adalah karyawan, pemegang saham. Sementara publik luar mencakup masyarakat sekitar, klien, pemerintahan dan media massa.

Untuk mencapai tujuan tersebut landasan dari setiap kegiatan public relations adalah kreativitas. Faktor ini sering dilupakan oleh banyak praktisi public relations. Tanpa kreativitas, maka sulit untuk perusahaan-perusahaan akan mampu berkomunikasi dengan para stakeholders. Dalam hal ini, kita bisa melihat bagaimana perusahaan-perusahaan global melakukan berbagai aktifitas public relations yang semuanya merupakan kegiatan yang baru, inovatif menarik, dan segar. Ini pula yang menjadi alasan mengapa mereka tetap mendapat tempat di hati stakeholders.

Tentu menggali kreatifitas tidak berarti segala sesuatu yang rutin harus dibuang. Sebaliknya, mengerjakan pekerjaan rutin dengan metode yang sudah terbukti bagus adalah cara yang tepat untuk dilakukan setiap saat. Akan merupakan sesuatu yang bijak jika masa depan akan meru¬pakan imitasi sempurna dari masa lampau. Misalnya, rumah sakit meminta pada dokter bedah melakukan pembedahan persis seperti apa yang dilakukan oleh para dosennya dulu. Sementara perusahaan penerbangan mengharapkan para pilot untuk menerbangkan pesawat seperti pilot-pilot sebelum mereka yang memiliki banyak pengalaman. Bahkan McDonald pasti menu¬gaskan setiap karyawan baru membuat Big Mac seperti apa yang telah menjadi kebiasaan.

Akan tetapi, jika misi perusahaan adalah untuk mengeksplorasi peluang-peluang baru, maka sasarannya adalah membangun budaya yang mendukung eksperimen dan pemikiran yang konstan. Tidaklah cukup untuk menghasilkan gagasan baru sekarang dan nanti. Seharusnya perusahaan menjadi tempat yang menghasilkan dan menguji gagasan ¬berbeda. Artinya. perusahaan harus menjadi arena dan merupakan kontes yang konstan dan konstruktif.

Untuk mengelola kreativitas yang baik dimulai dengan merekrut sumber daya manusia yang mempunyai ‘keinginan’ berlawanan. Mengelola kreatifitas berarti mempertaruhkan gagasan-gagasan tanpa harus terganggu oleh pengembalian investasi. lni berarti melupakan apa yang telah dilakukan sebelumnya. Juga berarti merekrut personil yang semangat dan membuat mereka berkompetisi sesamanya.

Manajemen untuk kreatifitas harus dilakukan dengan men¬dorong setiap orang untuk bersaing untuk mencari gagasan- gagasan baru dan bisa diaplikasikan. Walau demikian, jika kemudian ternyata gagal. maka harus mampu meyakinkan diri dan setiap orang bahwa keberhasilan merupakan suatu kepastian. Oleh karena itu setiap kegagalan harus diberi penghargaan, bukan hanya keberhasilan. Dan hukuman hanyalah bagi mereka yang tidak melakukan apapun juga.

Pendekatan seperti ini harus dilakukan oleh setiap praktisi public relations. Tentunya ini harus dimulai oleh adanyaan pada diri setiap orang untuk mencari gagasan-gagasan baru tanpa harus takut gagal. Setiap kegagalan harus merupakan peluang untuk bangkit dan berhasil. Keberhasilan suatu strategi komunikasi akan ditentukan oleh kemampuan praktisi public relations menemukan dan mengimplementasikan gagasan-gagasan baru yang segar.

Disamping itu dekatnya Public Relation dengan komunikasi menjadikan unsur kreativitas belakangan tampil sebagai sebuah tuntutan bagi mereka yang tertarik berkecimpung didalamnya. Selain membutuhkan wawasan keilmuan, bekerja dalam dunia public relation memerlukan pula unsur kreativitas yang akan menjadikan hasil kerja selalu berkesan dinamis dan tidak membosankan. (FAD)

 

 

(Vibiz Sales & Service/AA/TML)