Jangan Lupakan Promosi!

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Seorang aktris/aktor terkenal berusaha menjaga citra dirinya ketika mereka berada di muka umum. Mereka akan berusaha tampil menarik & menawan mulai dari rambut, baju dan pernak-perniknya, hingga tas dan sepatu, sehingga mereka terlihat memang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Ketika saya menyaksikan tayangan hiburan musik di televisi saya mulai memprediksi kira-kira berapa penghasilan yang didapat dari sekali muncul. Sedangkan cost yg dikeluarkan sudah pasti diatas sekian juta rupiah jika dilihat dari penampilannya yang begitu sempurna.

Baru-baru ini saya membaca sebuah berita tentang selebritis ternama, Catherine Zeta Jones. Ia berkata, “Jika orang mengenali kita sebagai public figure, mereka ingin melihat penampilan kita seperti yang mereka harapkan. Maka dari itu, kita berutang kepada mereka untuk selalu tampil menarik.”. Berarti memang wajar saja jika seorang artis terkenal semakin dibayar mahal demi menjaga pamor yang glamour.

Sebuah perusahaan yang menghasilkan barang/jasa sudah barang tentu harus rajin-rajin mempromosikannya. Banyak media yang bisa dipakai sebagai ajang promosi, baik dari media elektronik seperti koran, majalah dan internet. Dan juga promosi langsung melalui exebhition/pameran di gedung-gedung besar. Dan sudah tentu promosi sangatlah penting dengan tujuan, yaitu:
1. Untuk menarik perhatian
2. Membangkitkan keinginan membeli dan memakai
3. Selalu mengingatkan konsumen akan kehadiran sebuah produk/jasa.,

Dalam suatu kunjungan ke sebuah perusahaan jasa telekomunikasi, saya mendapat kabar bahwa penjualan perusahaan semakin menurun. Perusahaan ini sudah cukup lama bergerak namun mengalami penurunan penjualan ditengah-tengah maraknya perusahaan-perusahaan yang sejenis bermunculan. Sementara perusahaan competitor yang baru launching dan sudah mulai ”naik daun’ terus gencar mempromosikan jasa telekomunikasnya, perusahaan yang lama ini malah mengurangi budget promosinya karena hanya mengandalkan pengalaman dan namanya yang telah ada selama bertahun-tahun sebelum competitor ada. Maka pada akhirnya sekarang ini jasa telekomunikasi ini semakin ’kurang terdengar’ dan semakin tertutupi ’kehadirannya’ dengan jasa telekomunikasi lainnya.

Sebuah perusahaan tentunya telah memiliki budget promosi untuk barang/jasanya setiap tahun. Karena mahalnya biaya promosi kadangkala perusahaan mulai memangkas budget promosi apalagi jika dinilai sudah cukup mapan. Perusahaan seperti ini lupa bahwa persaingan belum berakhir malah semakin ketat. Dan ini pada akhirnya dapat membahayakan perusahaan tersebut.

Jadi, sama seperti artis terkenal maka perusahaan yang sudah terkenal sekalipun harus tetap rajin mempromosikan dirinya untuk mengingatkan konsumen setia memakai barang/jasanya, bahkan dengan mempertahankan terus mutu dan service maka dijamin keberuntungan akan terus setia kepada perusahaan ini.

 

 

(Natalina B/AA/TML)