Pentingnya Antusiasme Salesperson

(The Manager’s Lounge – Sales & Marketing) – Bukankah suatu hal yang menyenangkan ketika kita punya lawan bicara yang antusias dan penuh dengan energi positif? Sikap inilah yang perlu untuk dimiliki oleh setiap salesperson, sehingga orang lain dapat turut merasakan antusiasme dan energi positif tersebut, dan menarik mereka.

Bayangkan jika Anda seorang konsumen, yang kemudian didekati oleh seorang salesperson. Salesperson ini jarang tersenyum, kaku, dan datar dalam menerangkan atau memberi penawaran. Tentunya Anda akan merasa bosan, bukan? Bandingkan jika Anda didekati oleh salesperson yang tersenyum ramah, kemudian dengan penuh antusias menjelaskan mengenai produknya, juga memberi kesempatan bagi Anda untuk memberi pendapat atau bertanya.

Jika disuruh memilih, tentunya Anda akan lebih memilih salesperson kedua, bukan? Antusiasme sangatlah penting bagi seorang salesperson, karena itulah yang membuat orang lain tertarik dan betah dengan mereka.

Pertanyaannya, bagaimana seorang salesperson dalam menjaga antusiasmenya? Padahal, belum tentu mood mereka naik terus sepanjang waktu, melainkan terkadang ada rasa bosan yang hinggap.

Untuk memunculkan rasa antusiasme, pertama-tama, seorang salesperson harus mempunyai kepercayaan yang kuat mengenai produk dan layanan yang dijualnya, sekaligus percaya terhadap kemampuan dirinya sendiri dalam menghasilkan penjualan. Semakin kuat kepercayaannya, maka tingkat kepercayaan dirinya juga semakin tinggi.

Seorang salesperson harus punya tujuan utama atau ultimate goal dalam hidupnya. Ini adalah suatu tujuan utama yang dapat membuatnya bertahan, termotivasi dan berjuang sepanjang waktu. Hal ini bisa apa saja, mulai dari uang, keluarga, mimpi, dan lainnya. Selama ia mengingat tujuan utama ini, tentunya ia akan antusias dalam pekerjaannya sebagai salesperson.

Salesperson juga harus menjaga dirinya untuk selalu termotivasi sepanjang waktu. Hanya bermimpi tanpa membekali diri tidaklah cukup. Pengembangan diri haruslah selalu dilakukan, seperti menghadiri seminar, membaca buku-buku motivasi, berdiskusi dengan rekan yang sukses, dan lainnya. Intinya, salesperson dapat mengembangkan skill sekaligus menjaga motivasinya dalam mengejar tujuan.

Terakhir, adalah menjaga sikap optimis sepanjang waktu. Seorang salesperson tentunya bakal sering mengalami penolakan. Jika penolakan-penolakan datang, dan salesperson mengalami frustrasi, tentunya ini mengakibatkannya akan semakin tenggelam. Sebaliknya, meskipun kecewa seorang salesperson harus tetap optimis, belajar dari kesalahannya dan kembali menatap masa depan. Ia percaya bahwa dengan pengalamannya yang lebih baik, ia dapat menghasilkan penjualan yang lebih sukses.

Antusiasme dan energi positif pada salesperson akan memberikan efek yang luar biasa, tidak hanya kepada konsumen, melainkan juga kepada rekan kerja hingga organisasi. Oleh karena itu, penting bagi seorang salesperson menjaga antusiasmenya.

 

 

(Rinella Putri/AA/TML)