Transformasi Dalam Sumber Daya Manusia

(The Manager’s Lounge – HR) ,  Transformasi dalam bidang Sumber Daya Manusia (Human Resources) sedang marak didengungkan. Berbagai konsep dan cara disampaikan oleh para ahli maupun prakstisi yang berpengalaman untuk menggambarkan transformasi tersebut.

Sekalipun berbagai pendapat dilontarkan, namun secara garis besar semua sepakat bahwa inti dari transformasi SDM adalah HR departemen harus melakukan perubahan yang mendasar, memindahkan tradisi administrasi personal dan advokasi pegawai menjadi berperan dalam mendukung perusahaan mencapai tujuan utamanya. Dengan kata lain harus dibuat strategi SDM yang link dengan strategi perusahaan sehingga fungsi SDM benar-benar mendukung

Akan tetapi perubahan paradigma tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak tim dan management SDM mengalami kesulitan untuk hal itu, keinginan untuk mewujudkan SDM sebagai partner bisnis yang strategis hanya dalam ide saja, pada kenyataannya menjadi sulit. Banyak perusahaan menerapkan SDM hanya berfokus pada tugas-tugas administrasi dan klerikal.

Berikut adalah beberapa pendapat dan langkah-langkah untuk mewujudkan transformasi SDM tersebut :

Pepsico
Ron Parker, Vice President Human Resources Pepsico menyatakan HR adalah fungsi penting dalam menjalankan strategi perusahaan. Setiap tahun, HR departemen di Pepsico memeriksa rencana strategis seluruh divisi operasional perusahaan, melihat implikasi HR terhadap seluruh elemen dari manajemen kategori sampai efisiensi dalam delivery, sehingga dihasilkan pengukuran performa yang kemudian dikaitkan dengan rencana insentif.

Sun Microsystems (Sun)
Sun Microsystems (Sun) menggunakan konsep WOW (Workforce, Organization, Workplace) yang kompetitif untuk menghubungkan visi dan strategi HR dengan tujuan bisnis perusahaan, yang dijalankan dengan menggunakan 3 strategi.
• Strategi pertama adalah membuat produk dan services yang inovatif, dengan mengidentifikasi solusi teknologi dan menciptakan system yang online untuk meningkatkan kecepatan akses informasi dan menyederhanakan transaksi dalam human resources.
• Strategi kedua adalah pengembangan organisasi dan peningkatan kompetensi pegawai.
• Strategi ketiga adalah menetapkan mekanisme delivery product dan services, dimana untuk mendukung hal ini diperlukan tanggung jawab dan keahlian, sehingga dapat diubah paradigma sumber daya manusia yang tadinya hanya memiliki “soft skill” menjadi fokus pada bisnis.

Accenture
Strategi SDM harus dihubungkan dengan strategi perusahaan dengan melakukan :
• Meredesign bisnis proses, prosedur dan kebijakan SDM
• Menyusun peran dan tanggung jawab setiap pegawai dan memastikan bahwa setiap pegawai memiliki skill untuk mencapai keberhasilan dalam peran dan tanggung jawab tersebut
• Membangun pengukuran kinerja yang mengaitkan tujuan HR dengan tujuan perusahaan
• Mempertimbangkan penggunaan tenaga outsource pada beberap fungsi SDM untuk efisiensi biaya dan mengurangi proses operasional, sehingga SDM dapat mengerjakan tugas yang lebih strategis bagi kepentingan perusahaan

Sudah jelas, bahwa perubahan sedang terjadi dalam Sumber Daya Manusia yang akan menjadi lebih fokus pada hal-hal strategis yang mendukung tercapainya strategi perusahaan.  Beberapa perusahaan bahkan merekrut para manager untuk mengurusi SDM. Sebagai contoh, Aetna, menseleksi pegawai yang memiliki kemampuan sales dan pengetahuan yang bagus dalam industri asuransi untuk menduduki posisi penting di SDM. Merck, mencari ahli kimia, ahli strategi bisnis dan epidemiologist untuk mendukung fungsi HR.
Sekalipun untuk menghubungkan strategi SDM dengan strategi perusahaan, setiap perusahaan menerapkan hal yang berbeda, yang pasti harus dilakukan adalah perlunya penambahan pengetahuan tentang SDM dan terus menempatkan strategi SDM dekat dengan strategi perusahaan, serta mengkomunikasikan rencana dan pengembangan SDM dengan top manajemen, sehingga ada dukungan yang kuat untuk melakukan transformasi SDM ini.

(Asido Situmorang/IK/TML)