Tips Follow Up Call yang Sukses

(The Manager’s Lounge – Service) – Beberapa waktu yang lalu saya pernah memprospek beberapa tenant yang membuka stand di Pekan Raya Jakarta, hasilnya memang banyak sekali data base yang saya dapatkan. Rata-rata prospek tidak langsung deal, alasannya macam-macam bisa karena sedang ramai pembeli, perlu bicarakan dengan owner, pikir-pikir dulu nanti akan menghubungi, dan lain-lain. Karena itu perlu sekali prospek tersebut di follow up dengan benar supaya bisa deal, apalagi bagi prospek yang sudah menunjukkan minatnya (hot prospek).

Banyak kegagalan terjadi sehingga hot prospek yang tadinya kelihatan berminat tidak jadi closing. Ketika dihubungi ada saja alasan-alasan sang prospek untuk menolak misalnya sedang sibuk, sedang ada rapat, bahkan ada yang langsung menolak.

Kegagalan itu seringkali disebabkan karena sikap saat menelepon prospek seolah-olah seperti tukang tagih atau hanya sekedar mengingatkan produk yang sudah pernah dipresentasikan, akan membuat prospek tidak berminat, karena itu perlu adanya tip-tip khusus yang perlu kita pertimbangkan sebagai sales supaya follow up melalui telepon yang kita lakukan bisa berhasil deal.

Hal-hal dibawah ini bisa menjadi pertimbangan kita sebelum melakukan follow up:

1. Sampaikan sesuatu nilai pada setiap waktu anda menelpon prospek. Jangan hanya sekedar mengatakan bahwa “saya mau follow up brosur yang saya kirim kemarin atau saya mau follow up penawaran yang kemarin saya sampaikan”, tapi anda bisa memulai percakapan dengan memberikan sesuatu misalnya menceritakan atau mendiskusikan berita yang sedang top news, atau bisa juga dengan menceritakan keberhasilan dari seorang pelanggan anda layaknya seorang teman. Atau memberikan informasi mengenai dunia bisnis yang digelutui oleh prospek atau hal-hal yang disukai prospek. Contohnya:
“Sudah dengar belum ibu bahwa kami melakukan suatu perubahan yang sangat menarik dalam produk atau paket produk kami yang sangat menarik dan menurut saya sangat menguntungkan bagi Ibu/Bapak….”

jangan lupa mencatat hasilnya sehingga saat menelepon kembali maka pembicaraan menunjuk pada hasil pembicaraan sebelumnya atau ingatkan prospek bahwa anda perlu menelepon dia selanjutnya untuk informasi lebih lanjut. Seringkali saat menelpon yang kedua atau ketiga maka kita melakukan kesalahan sebelumnya yaitu hanya sekedar mengatakan mau follow up brosuk atau penawaran, tapi cobalah dengan mengatakan “seperti yang kita diskusikan beberapa hari yang lalu waktu kita ketemu di restaurant…..

3. Jangan biarkan api menjadi padam
Sering kali kita berpikir untuk tidak menghubungi prospek sering-sering karena akan membuatnya bosan, tapi ingat bahwa bila makanan anda dibiarkan terlalu lama maka akan menjadi dingin dan tidak enak. Jangan biarkan hot prospek anda menjadi dingin karena anda tidak menghubunginya. Anda perlu mengingatkan prospek mengapa mereka perlu untuk dihubungi

(Phee Dhea/DH/TML)