(The Manager’s Lounge – Strategic),  PT.Unilever Indonesia telah banyak melakukan beberapa program CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai bentuk tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat, secara berkelanjutan tidak hanya program korporasi tetapi juga pada brand yang merupakan produk rumah tangga. Sukses Unilever tidak dapat diraih tanpa kepercayaan masyarakat.

Program CSR yang sudah dilakukan PT.Unilever diantaranya adalah kampanye cuci tangan dengan sabun (Lifeboy), program edukasi kesehatan gigi dan mulut (Pepsodent, Program pelestarian makanan tradisional (Bango) dan masih banyak lagi. Sementara dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, telah menjalankan tanggung jawab perusahaannya dalam bidang : Program pemberdayaan masyarakat / UKM (Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam), program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS).

Pada tanggal 31 Maret 2008, PT. Unilever Indonesia melalui Yayasan Unilever Indonesia bersama mitra stratergisnya diantaranya Badan Pengelola Lingkungan Hidup DKI Jakarta (BPLHD) kembali melanjutkan program Jakarta Green and Clean (JGC) di tahun 2008 ini sebagai salah satu bentuk kegiatan CSR.

Program CSR ini dilakukan untuk yang ketiga kalinya, sejak digulirkannya program ini ternyata antusiasme masyarakat Jakarta sangat tinggi, hal ini terbukti oleh semakin banyaknya jumlah peserta yang mengikuti program ini. Dan hal ini juga membuktikan bahwa masih banyak warga masyarakat yang peduli pada lingkungn hidup. Kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup akan berlangsung efektif Jika dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terkecil dan meluas kepada lingkungan masyarakat sekitar. Melalui program ini diharapkan dapat lebih menyadarkan, memberdayakan serta menampung keinginan masyarakat untuk kembali menghijaukan lingkungan dan berbuat bijak dengan sampah rumah tangga yang dihasilkan dengan konsep reduce, reuse dan recycle.

Gerakan Jakarta Green and cleen (JGC) ini salah satunya adalah mengelola sampah menjadi komoditi yang lebih produktif, misalnya sampah basah yang dahulu tidak berguna dapat diolah menjadi kompos yang dapat digunakan sendiri atau dapat dijual, sampah kering dapat diolah menjadi barang kerajinan. Melalui program ini dapat menginspirasi pihak lain untuk mengelola sampah dengan baik, tidak hanya terkait dengan aspek lingkungan saja tetapi dapat mengangkat ekonomi masyarakat kecil.

JGC mengelola isu yang sangat strategis, salah satu yang penting sebagai sasaran JGC adalah membangun resourches dan memberdayakannya, mulai dari pemberdayaan individu volunteers sebagai fasilitator, pemberdayaan komunitas, sampai pemberdayaan seluruh stake holders. JGC dapat dijadikan model yang siap untuk direplika sebagai ikon baru pemberdayaan lingkungan hidup yang berbasis volunteer dan komunitas. JGC bisa menjadi sumber inspirasi dan solusi tuntas pemberdayaan bangsa. Sebab bangsa dengan lingkungan hidup yang rusak berarti kehancuran bangsa itu sendiri.

Program JGC ini merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian sektor swasta terhadap masalah lingkungan khususnya masalah persampahan, penghijauan dan resapan di Jakarta. Diharapkan melalui program JGC ini, kepada masyarakat dapat meningkatkan kepedulian untuk pengelolaaan lingkungan, menggali potensi kreatifitas masyarakat dan meberdayakan secara poxisisitf, meningkatkan pendapatan msayarakata dari mengumpulkan sampah dan mendaur ulang sampah, memperkuat kedekatan antar warga di masyarakat, memunculkan tokoh masyakarat yang peduli sebagai inspirasi warga lainnya.

Melalui program ini pula, diharapkan sektor swasta lainya dapat turut ambil bagian dalam program JGC. Dengan semakin banyak pihak yang melakukan program seperti ini semakin besar pula dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat.

(Rudy Siregar/RF/TML)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.